Relasi gender dan kuasa dalam penokohan wayang (Srikandi dan Dewi Kunti dalam perspektif Islam)

Sofiyyana, Naeli (2015) Relasi gender dan kuasa dalam penokohan wayang (Srikandi dan Dewi Kunti dalam perspektif Islam). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
114111023.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Relasi gender merupakan sebuah isu yang terjadi sejak zaman dulu hingga sekarang, yang menentukan pola hubungan antara laki-laki dan perempuan yang memproduksi nilai etika dan kebenaran. Adanya relasi gender juga menimbulkan ketidakadilan bagi perempuan, karena laki-laki dianggap menindas dan menomor duakan perempuan. Laki-laki dianggap membatasi hak-hak perempuan dalam berbagai bidang. Kemudian munculah kekuatan dan kekuasaan perempuan untuk menuntut hak-haknya sebagai perempuan dari laki-laki. Di dalam kekuasaan terdapat kekuasaan, dan sumber dari kekuasaan terdapat di pengetahuan. Pengetahuan tersebut lambat laun menjadi suatu perbincangan dalam masyarakat yang akan membentuk suatu wacana. Jadi pada intinya kekuasaan selalu beriringan dengan pengetahuan, dan pengetahuan selalu bersinggungan dengan wacana. Sehingga antara pengetahuan, kekuasaan, dan wacana saling berkaitan. Kisah dan penokohan wayang terdapat corak pandang dan tatanan nilai yang ditentukan oleh hubungan antara tokoh laki-laki dan perempuan. Dominasi laki-laki dalam wayang identik dengan kekuatan dan kekuasaan, namun penokohan perempuan pada wayang juga memiliki kekuatan yang bisa mengalahkan dominasi laki-laki. Tokoh Srikandi adalah sosok perempuan yang memiliki wajah cantik namun memiliki keahlian dalam memanah. Sedangkan Dewi Kunti adalah sosok ibu Pandawa lima yang mampu mendidik dan yang unggul. Penokohan Srikandi dan Dewi Kunti merupakan corak relasi gender dalam pewayangan. Dimana dominasi kekuatan tidak hanya dimiliki oleh laki-laki. Rumusan masalah yang terdapat penelitian ini ada tiga. Yang pertama, bagaimana relasi gender dalam penokohan Srikandi dan Dewi Kunti pada wayang. Kedua, bagaimana corak Feminisme Jawa yang berdasarkan pada penokohan Srikandi dan Dewi Kunti. Ketiga, bagaimana Relasi Gender Jawa dalam perspektif ajaran Islam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif berupa penelitian kepustakaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah relasi gender dalam penokohan Srikandi dan Dewi Kunti dalam cerita pewayangan, perjuangan didominasi oleh laki-laki, namun memberikan celah “peran” wanita yang sekali waktu mampu “menguasai’ peran laki-laki. Kesertaraan gender dalam tokoh srikandi menekankan pada kesetaraan peran dan skill, serta proses memperjuangkan Negara. Kesetaraan gender dalam tokoh dewi kunti menekankan pada peran seorang ibu yang mempersiapkan generasi mendatang yang berkualitas, serta mampi bertahan hidup sendiri, tanpa hadirnya peran suami (laki-laki). Corak Feminisme yang ada pada Srikandi dan Dewi Kunti masuk kedalam corak Feminisme Liberal. Adanya persamaan antara Relasi Gender Jawa dalam perspektif ajaran Islam. Karena laki-laki dan perempuan sama-sama mendapatkan tugasnya secara adil.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Gender; Kekuasaan; Budaya Jawa; Wayang; Tokoh pewayangan
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 180 Ancient, medieval, Oriental philosophy > 181 Oriental philosophy
300 Social sciences > 305 Social groups
700 The arts > 790 Recreational and performing arts > 791 Public performances
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Aqidah Filsafat
Additional Information: Pembimbing: Drs. Sudarto, M. Hum.; Dr. Zainul Adzfar, M. Ag.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 28 Apr 2016 07:46
Last Modified: 28 Apr 2016 07:46
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5379

Actions (login required)

View Item View Item