Konsep kebebasan kehendak manusia dalam pemikiran Immanuel Kant dan Mu'tazilah (studi komparatif)

Niami, Shofwatun (2015) Konsep kebebasan kehendak manusia dalam pemikiran Immanuel Kant dan Mu'tazilah (studi komparatif). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
114111025.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Hidup dengan bebas merupakan salah satu keinginan manusia yang sangat mendasar dalam menjalani kehidupan. Konsep kebebasan kehendak manusianya Immanuel Kant berusaha membongkar suatu tatanan, yang menurutnya dapat menghambat suatu kemajuan. Sedangkan konsep kebebasan kehendak manusia Mu‟tazilah berusaha memurnikan tauhid dan ingin menjaga eksistensi Tuhan. Oleh sebab itu, konsep kebebasan kehendak manusia Immanuel Kant dan Mu‟tazilah sangat sesuai dalam mendorong semangat untuk menjalani kehidupan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gagasan pemikiran Immanuel Kant dan aliran Mu‟tazilah serta menentukan persamaan dan perbedaan gagasan kedua tokoh dengan konsep kebebasan kehendak manusia. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan dalam menyusun skripsi ini dengan menggunakan penelitian kepustakaan (library research). Sumber primer yang digunakan adalah buku yang ditulis oleh Immanuel Kant yaitu The Critique of Practical Reason dan buku yang fokus pada aliran Mu‟tazilah yaitu Syarah al Ushūl al Khamsah karya Abul Jabbar bin Ahmad. Sumber sekunder penelitian ini berasal dari buku-buku yang membahas tentang kebebasan kehendak manusia Immanuel Kant dan aliran Mu‟tazilah. Metode analisis untuk mengolah data yang sudah terkumpul dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan komparatif Hasil penelitian ini menunjukkan: Immanuel Kant mengawali konsep kebebasan kehendak manusianya dengan masalah kebenaran sering disebut dengan dalil kepercayaan, yaitu kebebasan kehendak, immortalitas jiwa dan eksistensi Tuhan. Kebenaran menurut Immanuel Kant bersifat tafsiran, bukan kebenaran mutlak. Akal budi murni bersifat praktis dan memberi manusia hukum universal atau hukum moral, yang beranggapan bahwa manusia sebagai makhluk rasional yang memiliki kehendak murni. Aliran Mu‟tazilah berusaha memurnikan perbuatan Tuhan, dan manusia bertanggung jawab atas segala perbuatannya kepada Tuhan. Perbuatan Tuhan dibatasi dengan keadilan, janji ancaman, dan hukum alam. Maka manusia berkehendak menyesuaikan hukum alam dan Tuhan tidak ikut campur terhadap perbuatan makhluknya. Jadi, komparasi dari konsep Immanuel Kant dan aliran Mu‟tazilah bisa dilihat dari persamaan dan perbedaannya. Immanuel Kant dan aliran Mu‟tazilah sama-sama memberikan kebebasan terhadap kehendak manusia, namun perbedaannya adalah kebebasan Immanuel Kant mutlak ditangan individu dan manusia berperilaku menurut hukum-hukum moral, sedangkan kebebasan aliran Mu‟tazilah masih terikat oleh Tuhan dan terbatas oleh hukum alam

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Kebebasan kehendak; Qadariyah; Mu'tazilah; Aqidah dan ilmu kalam
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 120 Epistemology, causation, humankind > 123 Determinism and indeterminism
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.8 Islamic sects > 297.83 Other sects
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Aqidah Filsafat
Additional Information: Pembimbing: Dra. Yusriyah, M. Ag.; dan Widiastuti, M. Ag.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 28 Apr 2016 07:47
Last Modified: 28 Apr 2016 07:47
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5380

Actions (login required)

View Item View Item