Konsep Ahmad Tafsir tentang pendidikan Islam sebagai usaha membentuk insan kamil

M. Sobirin, M. Sobirin (2009) Konsep Ahmad Tafsir tentang pendidikan Islam sebagai usaha membentuk insan kamil. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
3102289 _ Lengkap.pdf - Accepted Version

Download (521kB) | Preview

Abstract

Yang menjadi rumusan masalah yaitu bagaimanakah konsep pendidikan Islam dalam pandangan Ahmad Tafsir? Bagaimanakah konsep insan kamil dalam pandangan Ahmad Tafsir? Bagaimanakah upaya pendidikan Islam dalam membentuk insan kamil menurut Ahmad Tafsir? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (Library Research). Data primer yaitu karya-karya Ahmad Tafsir, di antaranya: (1) Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam; (2) Filsafat Pendidikan Islam; (3) Filsafat Ilmu: Mengurai Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Pengetahuan; (4) Filsafat Umum: Akal dan Hati Sejak Thales Sampai Capra; (5) Metodologi Pengajaran agama Islam. Sedangkan data sekundernya yaitu karya dari pengarang lain yang relevan. Dalam membahas dan menelaah data, peneliti menggunakan metode analisis kualitatif dan metode komparasi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa menurut Ahmad Tafsir, pendidikan Islam adalah bimbingan yang diberikan oleh seseorang kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam. Tujuan umum pendidikan Islam ialah a. muslim yang sempurna, atau manusia yang takwa, atau manusia beriman, atau manusia yang beribadah kepada Allah; b. muslim yang sempurna itu ialah manusia yang memiliki: (1) akalnya cerdas serta pandai; (2) jasmaninya kuat; (3) hatinya takwa kepada Allah; (4) berketerampilan; (4) mampu menyelesaikan masalah secara ilmiah dan filosofis; (5) memiliki dan mengembangkan sains; (6) memiliki dan mengembangkan filsafat; (7) hati yang berkemampuan berhubungan dengan alam gaib. Berdasarkan konsep Ahmad Tafsir di atas mengandung arti bahwa konsep insan kamil sangat relevan dengan tujuan pendidikan Islam yaitu sama-sama ingin membentuk manusia atau peserta didik yang cerdas, beriman dan bertaqwa. Menurut Ahmad Tafsir, insan kamil haruslah: jasmaninya sehat serta kuat, berketerampilan; akalnya cerdas serta pandai; hatinya penuh iman kepada Allah. Pendapat Ahmad Tafsir tersebut menunjukkan bahwa manusia yang sehat, kuat, cerdas dan taqwa merupakan karakteristik pribadi insan kamil. Ciri ini tampaknya tidak lepas dari peran serta pendidikan Islam dalam membentuk peserta didik yang memiliki aspek kognitif, afektif dan psikomotoris. Pendidikan Islam telah berupaya untuk membentuk insan kamil, hal itu tampak dari para pendiri, perintis, dan para ulama dengan membentuk lembaga-lembaga pendidikan Islam mulai dari didirikannya sejumlah pondok pesantren, pendidikan-pendidikan Islam seperti IAIN, STAIN dan berbagai universitas yang berorientasi Islami. Upaya tersebut tidak hanya terbatas sampai terbentuknya institusi itu melainkan juga dengan melakukan pembaharuan, mulai dari sistem pembelajaran, kurikulum, peningkatan kualitas pendidik, penanaman akhlaq al-karimah dan berbagai penyesuaian dengan dinamika dan kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Pendidikan Islam; Insan Kamil
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.77 Islamic religious education
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Additional Information: Pembimbing: Drs. Abdul Wahib, M. Ag.; Drs. Mahfud Junaedi, M. Ag.
Depositing User: Agus Sopan Hadi
Date Deposited: 25 May 2016 01:47
Last Modified: 25 May 2016 01:47
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5442

Actions (login required)

View Item View Item