Studi Analisis Metode Rukyat al-Hilal Berdasarkan Rukyat Ketilem (Studi Analisis Rukyat Ketilem Masyarakat Pesisir Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan)

Hakim, Luqman (2012) Studi Analisis Metode Rukyat al-Hilal Berdasarkan Rukyat Ketilem (Studi Analisis Rukyat Ketilem Masyarakat Pesisir Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
082111077_Coverdll.pdf - Cover Image

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111077_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (97kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111077_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (204kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111077_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (67kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111077_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (137kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111077_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (23kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111077_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (21kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini bertolak dari permasalahan penetuan awal bulan Kamariyah yang selalu menjadi topik aktual khusunya menjelang awal bulan Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah. Dengan beragamnya pemahaman dan metode yang berkembang dalam menetukan awal bulan Kamariyah menyebabkan keberagaman pula terhadap hasil penetapan awal bulan-bulan tersebut. Rukyat Ketilem adalah salah satu metode rukyat al-hilal yang mewarnai keberagaman penentuan awal bulan Kamariyah di nusantara ini. metode yang belum pernah dikaji secara ilmiyah ini namun diyakini oleh para nelayan pesisir Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan sebagai metode yang akurat untuk menetukan awal bulan Kamariyah ketika mereka (para nelayan) berada di tengah lautan. Dalam penelitian ini persoalan yang akan dibahas adalah: 1. Bagaimana konsep rukyat Ketilem masyarakat pesisir Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan, 2. Bagaimana kelebihan dan kekurangan rukyat Ketilem masyarakat pesisir Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan?. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research) di Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Data primer berupa hasil observasi terhadap posisi Bulan dengan menggunakan metode rukyat Ketilem masyarakat pesisir di Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan, wawancara kepada para nelayan dan tokoh masyarakat Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan yang memahami metode rukyat Ketilem data hasil percobaan simulasi rukyat Ketilem dengan program Starrynight Pro Plus 6, Data sekunder diperoleh dari dokumentasi, berupa catatan atau tulisan yang berkaitan dengan objek penelitian. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. data-data yang terkumpul diolah dan dianalisis bersamaan dengan proses penyajiannya dengan metode deskriptif-analitik. Temuan dari skripsi ini adalah rukyat Ketilem memiliki 2 konsep yang menjadi dasar apakah jumlah bilangan bulan bernilai ganjil (29 hari) atau bernilai genap (30 hari). Kedua asumsi tersebut adalah: pertama. jika pada saat puncak pelaksanaan rukyat Ketilem (Penileman) yaitu pada tanggal 29, perukyat masih mendapati Bulan dan posisinya masih tinggi di atas ufuk, maka jumlah bilangan hari pada bulan itu digenapkan menjadi 30. Kedua, apabila pada saat puncak pelaksanaan rukyat Ketilem (Penileman), yaitu pada tanggal 29, perukyat tidak mendapati Bulan, maka jumlah bilangan hari pada bulan itu adalah 29 hari. Menurut penulis metode rukyat Ketilem ini dapat dikembangkan menjadi sebuah metode untuk memprediksi posisi hilal, hal ini didasarkan pada hasil percobaan simulasi pengamatan posisi Bulan dengan konsep rukyat Ketilem menggunakan program starry night pro plus 6 memiliki lebih dari 90% kesesuaian dengan hasil kalender yang dikeluarkan oleh oleh Program Studi Ahwal Al-Syakhsiyah Konsentrasi Ilmu Falak Fakultas Syariah IAIN Walisongo dimana kalender terssebut sesuai dengan penetapan pemerintah . Kelebihan dari metode ini terletak pada kondisi latar dari objek observasi (kondisi ufuk dan langit), di mana pandangan pada arah itu tidak terhalang dan bebas dari polusi cahaya. Kekurangan dari metode ini adalah tempat pelaksanaan rukyat yang dilakukan di atas perahu berukuran panjang 12 meter dan lebar 5 meter yang tidak terlepas dari goncangan ombak, sehingga sangat mengganggu konsentrasi dalam melakukan pengamatan, kondisi iklim yang kurang baik akibat intensitas per-awanan lebih tinggi pada waktu malam sampai pagi, dalam teknis pelaksanaan rukyat Ketilem tidak terdapat persiapan yang mapan mengenai prediksi posisi objek observasi (hilal), dan Instrument pengamatan hilal hanya bertumpu pada mata (tanpa alat bantu seperti teropong) menjadikan jangkauan pengamatan lebih rendah.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Rukyat Hilal; Rukyat Ketilem; Ilmu Falak
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
500 Natural sciences and mathematics > 520 Astronomy and allied sciences > 523 Specific celestial bodies and phenomena
Depositing User: Muhammad Qomarudin
Date Deposited: 05 Dec 2013 06:59
Last Modified: 05 Dec 2013 06:59
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/545

Actions (login required)

View Item View Item