Dampak kehadiran Indogrosir (pusat perkulakan) terhadap pedagang pasar Sayung Kab. Demak

Dalori, Muhammad (2015) Dampak kehadiran Indogrosir (pusat perkulakan) terhadap pedagang pasar Sayung Kab. Demak. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
112411051.pdf - Accepted Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Pasar Sayung yang lebih dulu ada dibandingkan dengan Indogrosir (pusat perkulakan) yang sekarang ada secara tidak langsung merasakan dampak. Semenjak berdirinya Indogrosir, banyak pedagang ritel atau toko yang semula belanja/kulakan di pasar sayung, sekarang lebih sering belanja di Indogrosir atau mengurangi belanjanya di pasar dan tidak meninggalkan belanja di pasar, karena tidak semua barang yang di jual di pasar ada di Indogrosir. Indogrosir hanya menjual bahan pokok dan barang yang biasa di jual di toko rumahan, seperti perlengkapan mandi, kopi dan lain-lain. Faktor penyebab beralihnya pedagang belanja di Indogrosir yaitu karena harganya lebih murah, banyak discount, atau potongan harga, banyak promo yang di tawarkan seperti beli 2 gratis 1, kualitas bahan/produk juga lebih bagus, tempat yang nyaman, pelayanan yang baik dan mendapatkan poin dari setiap belanja, point tersebut di kumpulkan kemudian bisa di tukar dengan produk barang atau elektronik. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Dalam penelitian ini data primer diperoleh langsung dari sumber pertama dengan cara wawancara langsung dengan 10 pedagang kelontong pasar tradisional dan data sekunder diperoleh dari arsip dokumen pasar tradisional. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pengaruh yang ditimbulkan sejak berdirinya Indogrosir (pusat perkulakan) bagi para pedagang pasar Sayung dalam hal pendapatan ada yang berpengaruh positif ada yang negatif. Bagi para pedagang ada yang merasakan adanya Indogrosir (pusat perkulakan) yang membuat pendapatannya sedikit menurun karena pelanggannya juga belanja di Indogrosir (pusat perkulakan) karena sistem disana sangat baik mulai dari pelayanan, fasilitas, harganya lebih murah, banyak diskon, banyak promo yang ditawarkan seperti beli 2 gratis 1, kualitas produk juga lebih bagus, tempat yang nyaman serta mendapatkan point dari setiap belanja, poin tersebut dikumpulkan kemudian bisa ditukarkan dengan produk barang atau elektronik. Sebagian pedagang lainnya merasakan hal yang positif dengan adanya Indogrosir (pusat perkulakan), karena mereka memanfaatkan adanya Indogrosir (pusat perkulakan) dengan belanja barang-barang yang didiskon kemudian menjualnya kembali di pasar tradisional sehingga mendapatkan keuntungan lebih. Hal yang menjadi kekuatan dan daya tarik utama pasar tradisional yaitu, harga, komoditi produk, budaya tawar menawar dan lokasi. Para pedagang juga telah menerapkan etika bisnis yang Rasulullah ajarkan, yaitu jujur, amanah (tanggung jawab), tidak menipu, menepati janji, murah hati dan tidak melupakan akhirat.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Additional Information: Pembimbing: Dr. H. Ghufron Ajib, M. Ag.; Choirul Huda, M. Ag.
Uncontrolled Keywords: Pasar modern; Pusat perkulakan; Pedagang; Pasar tradisional
Subjects: 300 Social sciences > 380 Commerce, communications, transport > 381 Internal commerce (Domestic trade)
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Jurusan Ekonomi Islam
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 02 May 2016 07:12
Last Modified: 02 May 2016 07:12
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5494

Actions (login required)

View Item View Item