Analisis pendapat Muhammad bin Idris al Syafi’i tentang larangan perubahan peruntukan harta benda wakaf

Amin, Muhammad (2015) Analisis pendapat Muhammad bin Idris al Syafi’i tentang larangan perubahan peruntukan harta benda wakaf. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
092111055.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Pada hakekatnya, harta benda yang dimiliki oleh manusia adalah amanah Allah yang harus dijaga dan dikelola sesuai dengan ketentuan yang disyari’atkan oleh Allah. Salah satu syari’at Allah mengenai harta benda adalah pentasarrufan harta benda dengan jalan wakaf. Pada dasarnya wakaf adalah memanfaatkan benda yang diwakafkan. Sedang benda asalnya tetap tidak boleh dijual, dihibahkan dan diwariskan. Akan tetapi apabila benda wakaf tersebut tidak lagi bisa bermanfaat atau tidak maksimal untuk diambil manfaat atau demi kepentingan yang lebih luas menuntut untuk melakukan perubahan atas harta benda wakaf tersebut. Maka dalam menyikapi hal ini para imam madzhab berbeda pendapat. Ulama’ Hanafiyah, Malikiyah dan Hanabilah menyatakan bahwa perubahan peruntukan harta wakaf diperbolehkan, apabila kondisi dan situasinya menuntut hal itu. Sedangkan imam Syafi’i melarang merubah peruntukan harta benda wakaf. Imam Syafi’i memahami bahwa harta yang telah diwakafkan tidak boleh dijual, dihibahkan dan diwariskan. Dari hal itu mengindikasikan bahwa harta benda yang telah diwakafkan tidak boleh dirubah peruntukannya. Berdasarkan latar belakang di atas, yang menjadi pokok permasalahan dalam skripsi adalah 1) Bagaimana pendapat Imam Muhammad bin Idris al Syafi’i tentang larangan perubahan peruntukan harta benda wakaf 2) Bagaimana istinbath hukum Imam Muhammad bin Idris al Syafi’i tentang larangan perubahan peruntukan harta benda wakaf. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapat dan istinbah hukum Imam Muhammad bin Idris al Syafi’i tentang larangan perubahan peruntukan harta benda wakaf. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian pustaka (library research), di mana data-data yang dipakai adalah data yang diperoleh dari kepustakaan, yaitu dari Kitab al Umm karya Imam Syafi’i. Pendekatan yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Imam Muhammad bin Idris al Syafi’i melarang adanya perubahan harta benda wakaf. harta benda wakaf harus dipertahankan keutuhan benda dan manfaatnya. Oleh sebab itu, harta benda wakaf tidak dapat ditarik kembali oleh wakif atau ahli warisnya, dijual, dihibahkan ataupun transaksi lain yang mengakibatkan berpindahnya harta benda wakaf. Berdasarkan pendapat mayoritas ulama’ yang membolehkan perubahan peruntkan harta benda wakaf, perubahan peruntukan harta benda wakaf menjadi sesuatu yang sangat mungkin dilakukan, apalagi untuk kemashlahatan yang lebih besar. Kebolehan perubahan peruntukan harta benda wakaf menjadikan harta wakaf tersebut bersifat dinamis sebagai milik bersama yang harus memberikan manfaat yang optimal bagi kesejahteraan masyarakat. Istinbath hukum Muhammad bi Idris al Syafi’i tentang larangan perubahan harta benda wakaf didasarkan pada hadits Umar bin Khattab. Fiqh merupakan hasil karya pemikiran para ulama yang dipengaruhi oleh faktor sejarah, tentu saja dalam bahasanya sangat terkait dengan waktu, kondisi sosial, kultural dan letak geografis suatu masyarakat tertentu.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Wakaf; Perubahan peruntukan wakaf
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.54 Zakat (Wakaf, Hibah, Infak, Sedekah, dll.)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Additional Information: Pembimbing: Achmad Arief Budiman, M. Ag.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 12 May 2016 08:02
Last Modified: 12 May 2016 08:02
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5514

Actions (login required)

View Item View Item