Tinjauan hukum Islam terhadap perceraian atas kehendak orang tua (studi kasus di Desa Grinting Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes)

Anwar, Saeful (2015) Tinjauan hukum Islam terhadap perceraian atas kehendak orang tua (studi kasus di Desa Grinting Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
102111081.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Tujuan perkawinan menurut agama Islam ialah untuk memenuhi petunjuk agama dalam rangka mendirikan keluarga yang harmonis, sejahtera dan bahagia. Hal ini dapat dicapai hanya dengan prinsip bahwa perkawinan adalah untuk selamanya, bukan hanya dalam waktu tertentu saja. Dengan demikian, perceraian adalah pintu darurat, sehingga ketika kondisi keluarga labil, bukan kemudian perceraian yang menjadi pilihan. Dalam perceraian proses perdamaian perlu diwujudkan dari juru damai masing-masing pihak suami-istri. Namun, bagaimana jika dari pihak orang tua suami atau istri justru yang memerintahkan untuk cerai, sementara suami-istri saling mencintai dan menyayangi? Hal ini yang terjadi di Desa Grinting Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes. Dalam hal ini, para ulama tidak sejalan dengan fenomena tersebut. Artinya, perceraian atas kehendak orang tua adalah sosok orang tua yang otoriter dan menyalahi prosedur syari’at. Sebagai rumusan masalahnya, bagaimana realitas perceraian atas kehendak orang tua terjadi di Desa Grinting Bulakamba Brebes? Bagaimana tinjauan hukum Islam atas fenomena tersebut? Metodologi penelitian yang digunakan adalah metodologi penelitian kualitatif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian field research. Sumber data primernya yaitu wawancara dengan informan, yaitu pihak suami-istri dan orang tua para pihak serta data sekundernya perpustakaan atau studi dokumen serta putusan PA Kelas 1 A Brebes. Selanjutnya data-data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis, yaitu menggambarkan obyek penelitian di lapangan apa adanya secara proporsional. Penulis juga menggunakan penelitian kepustakaan (library research) untuk menganalisis kasus tersebut. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa perceraian yang terjadi di Desa Grinting Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes karena terkait kondisi keluarga yang memang ekonominya menengah kebawah, rendahnya SDM, mertua yang tidak puas terhadap penghasilan menantu, intervensi orang tua terhadap rumah tangga anaknya dan tingginya egoisme orang tua. Di samping itu, dapat terlihat adanya kedangkalan masyarakat terhadap agama. Kasus perceraian atas kehendak orang tua yang terjadi di Desa Grinting, maka dalam konteks hukum Islam mengatakan tidaklah sah. Ketidaksahannya karena ada rukun dan syarat yang tidak terpenuhi. Rukun tersebut adalah qashdu atau sengaja, sedangkan syarat yang tidak terpenuhi yaitu atas kehendak sendiri. Oleh sebab itu, penulis menyarankan pada beberapa pihak, yaitu kepada hakim agar putusannya bernilai maslahat, kemudian pihak KUA perlu kiranya mengadakan pembinaan keluarga berbasis mawaddah, rahmah dan sakinah kepada calon pengantin, pihak tokoh agama supaya lebih intens dalam menjelaskan hakikat nikah kepada masyarakat dan setiap orang baik istri maupun suami agar lebih bijak menghadapi orang tua maupun mertua.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Additional Information: Pembimbing: Novita Dewi Masyitoh, SH., MH.; Khoirul Anwar, S. Ag., M. Ag.
Uncontrolled Keywords: Hukum Islam; Perceraian
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 12 May 2016 08:07
Last Modified: 12 May 2016 08:07
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5524

Actions (login required)

View Item View Item