Tinjauan hukum pidana Islam terhadap sanksi zina ghairu muhsan di Kelurahan Tambakaji Ngaliyan Semarang

Raharjo, Udi Prio (2015) Tinjauan hukum pidana Islam terhadap sanksi zina ghairu muhsan di Kelurahan Tambakaji Ngaliyan Semarang. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
102211055.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Perzinaan adalah sebuah tindakan hubungan intim selayaknya pasangan suami istri yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang belum menikah atau sudah menikah tetapi bukan dengan pasangan syahnya. Betapa keji perbuatan tersebut, karena sangat berpotensi untuk merusak tatanan sosial masyarakat. Perzinaan dalam KUHP hanya memberi ancaman kepada laki-laki dan perempuan yang berada dalam ikatan perkawinan, sedangkan untuk laki-laki dan perempuan yang tidak dalam ikatan perkawinan tidak diancam pidana. Kelurahan Tambak Aji Ngaliyan, dalam upaya mencegah perbuatan keji tersebut, memberlakukan sanksi bagi para pelaku zina. Sanksi tersebut antara lain diarak, dipermalukan dan dinikahkan secara paksa. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana sanksi zina ghairu muhsan di Kelurahan Tambakaji Ngaliyan Semarang? 2) Bagaimana sanksi zina ghairu muhsan di Kelurahan Tambakaji Ngaliyan Semarang menurut hukum pidana Islam?. Sesuai dengan permasalahan tersebut, tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sanksi zina ghairu muhsan di Kelurahan Tambakaji Ngaliyan Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research), di mana data-data yang dipakai adalah data yang diperoleh dari lapangan tempat penelitian. Data primer dalam penelitian ini adalah hasil wawancara (interview) dengan para informan dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan penulis adalah metode deskriptif kualitatif yaitu menggunakan teori-teori dengan tanpa menggunakan rumus statistik yang berbentuk angka-angka. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pengaturan sanksi zina ghairu muhsan di kelurahan Tambakaji Ngaliyan tidak konsisten bentuknya. Kasus pertama yang dilakukan pelaku zina di toilet Masjid Darussyukur Ngaliyan, Pelaku di arak keliling beramai-ramai oleh masyarakat dan di serahkan kepihak yang berwajib. Sedangkan kasus yang kedua pelaku zina di kelurahan tambakaji Rw 04 pihak laki-laki di mintai pertanggung jawaban untuk menikahinya. Hukum Islam memberikan pengaturan tentang perzinaan bahwa setiap hubungan suami istri di luar perkawinan yang sah di sebut zina dan membedakan menjadi dua yang pertama. Zina ghairu muhsan (belum menikah) sanksinya didera 100 kali dan yang kedua zina muhsan (sudah menikah) sanksinya di rajam. Sehingga sanksi yang diberikan kelurahan Tambakaji terhadap sanksi ghairu muhsan sebenarnya belum sesuai dengan sanksi dalam hukum pidana Islam.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Hukum pidana Islam; Sanksi; Zina ghairu muhsan; Perzinaan
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.272 Islam and politics, fundamentalism
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Jinayah Siyasah
Additional Information: Pembimbing: Prof. Dr. H. Abdul Hadi, MA.; Maria Anna Muryani, SH., MH.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 12 May 2016 08:14
Last Modified: 12 May 2016 08:14
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5527

Actions (login required)

View Item View Item