Studi analisis pendapat Imam Malik tentang hukuman bagi pelaku pembunuhan sedarah

Huda, Alif Miftachul (2015) Studi analisis pendapat Imam Malik tentang hukuman bagi pelaku pembunuhan sedarah. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
092211008.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Dalam ketentuan hukum pidana Islam menurut pendapat jumhur ulama’, bahwa untuk menetapkan hukuman qishash dapat diberlakukan kepada pelaku, jika pelaku telah memenuhi syarat-syarat yang berkaitan dengan korban, yaitu ; 1) Korban (orang yang terbunuh) harus orang yang dilindungi keselamatannya (darahnya) (ma’sum al-dam) oleh Negara; 2) Korban harus sederajat (keseimbangan) dengan pelaku, baik agama, kemerdekaan maupun jenis kelamin; dan 3) Korban tidak bagian dari keluarga pelaku pembunuhan. Berdasarkan ketiga persyaratan tersebut, khususnya mengenai syarat bahwa korban tidak bagian dari pelaku pembunuhan menurut Imam Malik tidak sependapat. Imam Malik berpendapat jika orang tua korban dengan sengaja membunuh anaknya, maka orang tuanya tetap dikenai hukuman qishash. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk menganalisis pendapat Imam Malik dengan rumusan masalah ; 1) Bagaimana pendapat Imam Malik tentang hukuman bagi pelaku pembunuhan sedarah? dan 2) bagaimana dasar intimbath hukum Imam Malik tentang hukuman bagi pelaku pembunuhan sedarah? Maka tujuannya adalah untuk mengetahui pendapat Imam Malik tentang hukuman bagi pelaku pembunuhan sedarah, dan untuk mengetahui dasar istimbath hukumnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dimana data yang dipergunakan diperoleh dari sumber utama (primer) maupun sumber data pelengkap (sekunder). Sumber data primer kitab al-muwaththa’ karya Imam Malik bin Anas. Adapun sumber data pelengkap yaitu data yang digunakan sebagai pendukung dalam penelitian skripsi ini, yaitu kitab-kitab fiqih baik karya ulama salaf maupun ulama khala,. serta buku-buku yang terkait. Metode penelitian yang digunakan adalah metode dekriptif kualitatif dengan metode analisis content analisys (analisis isi). Dengan pendekatan sosio-historis yang digunakan untuk pelacakan dan menganalisis terhadap dasar istimbath hukum Imam Malik dalam menetapkan hukuman bagi pelaku pembunuhan sedarah dalam hukum pidana Islam. Hasil temuan dari penelitian ini adalah 1) bahwa Imam Malik tidak sependapat dengan jumhur ulama’; jika orang tua korban dengan sengaja membunuh anaknya, maka orang tuanya tetap dikenai hukuman qishash, kecuali tidak ada unsur kesengajaan yang disebabkan sedang melakukan pengajaran kepadanya. Alasannya, berdasarkan keumuman nash Al-Quran yang berlaku di kalangan kaum muslimin, yaitu berdasarkan Q.S. al-baqarah : 178 dan al-maidah : 45. Dan 2) Dasar istimbath yang dipakai Imam Malik adalah sama dengan dasar yang dipakai oleh jumhur ulama’ berdasarkan hadits Ibnu Abbas bahwa Nabi SAW. bersabda; “ Tidak dilaksanakan hukuman hudud di dalam masjid dan tidak diqishash seorang ayah membunuh anaknya”. Hadits tersebut di atas, menurut jumhur ulama adalah pembunuhan yang dilakukan oleh seorang ayah yang dilakukan kepada anaknya baik disengaja maupun tidak. Alasan jumhur ulama’ adalah hadits riwayat Daud “ kamu dan hartamu adalah itu adalah milik bapakmu”. Akan tetapi menurut Imam Malik Bahwa hadits tersebut adalah pembunuhan seorang ayah terhadap anaknya, karena kesalahan bukan karena kesengajaan untuk membunuhnya.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Additional Information: Pembimbing: Drs. Rokhmadi, M. Ag.
Uncontrolled Keywords: Hukum pidana Islam; Pembunuhan; Saudara sedarah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.272 Islam and politics, fundamentalism
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Jinayah Siyasah
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 17 May 2016 08:26
Last Modified: 17 May 2016 08:26
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5537

Actions (login required)

View Item View Item