Studi analisis pendapat Ibnu Qudamah tentang keharusan ijab qabul menggunakan lafadz “inkah” dan “tazwij” bagi yang mampu

Asofi, Wahyudin (2015) Studi analisis pendapat Ibnu Qudamah tentang keharusan ijab qabul menggunakan lafadz “inkah” dan “tazwij” bagi yang mampu. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
112111042.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Menurut Ibnu Qudamah, Pernikahan dianggap sah apabila memenuhi rukun dan syarat pernikahan diantaranya ada Ijab dan Qabul. Bagi yang mampu berbahasa Arab, shighat nikah harus diucapkan secara jelas (sharih), lengkap dengan ijab dan qabul serta menggunakan lafadz “inkah” dan “tazwij”, karena ijab dan qabul menjadi sah apabila diucapkan dengan lafadz yang menggambarkan kesepakatan untuk menikah dengan bahasa yang dipahami oleh kedua pihak yang melaksanakan akad nikah, serta bahasa yang jelas, dengan tujuan untuk menghindari kesalahpahaman. Selain menggunakan lafadz “inkah” dan “tazwij”, maka ijab qabulnya tidak sah. Adapun yang menjadi perumusan masalah dalam penelitian ini yang pertama adalah Apa alasan Ibnu Qudamah berpendapat bahwa ijab qabul harus menggunakan lafadz “inkah” dan “tazwij” bagi yang mampu? Kedua, bagaimana metode Istinbath hukum yang mendasari pendapat Ibnu Qudamah tersebut. Penelitian ini sifatnya adalah library research. Untuk memperoleh data-data yang diperlukan dalam penelitian ini, penulis menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer adalah kitab al-Mughni. Sedangkan yang menjadi data sekunder adalah kitab-kitab fiqh yang ada relevansinya dengan penelitian ini, di antaranya kitab Al-Kafie. Jenis pendekatan yang digunakan adalah pendekatan hukum normatif yaitu pendekatan hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka, sehingga diharapkan akan menghasilkan sebuah pemikiran kritis analitis untuk mengkritisi pendapat Ibnu Qudamah tentang keharusan ijab qabul menggunakan lafadz “inkah” dan “tazwij” bagi yang mampu. Penelitian ini menghasilkan sebuah pemikiran bahwa Ibnu Qudamah berpendapat, bahwa ijab qabul tidak boleh dilakukan dengan selain lafadz “inkah” dan “tazwij” serta tidak sah ijab qabul-Nya menggunakan selain bahasa Arab kecuali bagi yang mampu mengucapkannya. Barangsiapa yang mampu mengucapkan lafadz “inkah” dan “tazwij” dengan bahasa Arab maka ijab qabulnya tidak sah jika dilakukan dengan menggunakan selain bahasa Arab. Sebagaimana tidak sahnya ketika menggunakan lafadz hibah (hadiah), menjual, dan menghalalkan. Karena ia telah berpindah dari lafadz "انكاح" dan "تزويج, maka ijab qabul yang dilakukannya tidak sah, mengingat al-Qur’an hanya menggunakan dua lafadz ini. Maka penggunaan lafadz selain bahasa Arab tidak boleh, karena bahasa selain bahasa Arab itu tidak dapat menggantikan kedudukan bahasa al-Qur'an. Metode istinbath hukum Ibnu Qudamah adalah metode qiyas. Dalam perspektif Ibnu Qudamah untuk sahnya ijab qabul adalah harus mengucapkan lafadz dalam bahasa Arab, seperti lafal:زوجتك atau أنكحتك dan tidak sah menggunakan bahasa lain. Alasannya yaitu diqiyaskan atau dipersamakan dengan orang bisu yang hanya diharuskan untuk menggunakan bahasa mereka, dikarenakan ada kesamaan kausa (‘illat), yaitu keduanya sama-sama diharuskan menggunakan bahasa khusus saat ijab qabul.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Additional Information: Pembimbing: Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA.; Dra. Hj. Noor Rosyidah, M. Ag.
Uncontrolled Keywords: Ijab-qabul; Bahasa Arab; Akad nikah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.14 Religious Ceremonial Laws and Decisions
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 17 May 2016 08:37
Last Modified: 17 May 2016 08:37
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5547

Actions (login required)

View Item View Item