Formulasi awal waktu Duha dalam perspektif fikih dan ilmu Falak

Firdos, Firdos (2015) Formulasi awal waktu Duha dalam perspektif fikih dan ilmu Falak. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
112111064.pdf - Accepted Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Dalam buku ataupun kitab yang membahasa waktu Duha, maka akan dijumpai bahwa awal waktu Duha diformulasikan dengan tinggi Matahari yang cukup variatif. Sedikitnya peneliti telah menjumpai enam kriteria yang ditawarkan oleh masing-masing ahli Falak yaitu 3o 30’, 4o, 4o 30’, 5o, 12o . Diantara ahli Falak lain ada yang memformulasikannya dengan satuan menit yaitu 12 menit dan ada juga 16 menit setelah terbit. Masing-masing dari mereka mengaku bahwa kriteria yang ditawarkan adalah hasil pemahaman mereka terhadap konsep qadra rumhin dalam hadits-hadits waktu Duha. Tetapi anehnya dari hadits yang sama formulasinya berbeda-beda. Tentu ini menjadi tanda tanya besar bagaimana mereka menterjemahkan konsep qadra rumhin menjadi satuan drajat ataupun menit. Apa yang menjadikan hasil kriteria yang mereka tawarkan menjadi tidak sama. Dari latar belakang tersebut penulis merurmuskan dua rumusan masalah yaitu (1). Bagaimana konsep awal waktu Duha dalam perspektif Fikih ?. (2). Berapa derajat ketinggian Matahari pada awal waktu Duha berdasarkan perkiraan tinggi satu tumbak dan dua tumbak ? Penelitian ini adalah penelitian jenis kualitatif dengan menggabungkan metode library research ( studi kepustakaan) dan field research (studi lapangan). Adapun metode pengumpulan datanya dengan cara dokumentasi berupa buku, kitab serta data-data yang menjelaskan waktu Duha khususnya yang membahas tentang konsep qadra rumhin au rumhaini sebagai indikasi awal waktu Duha. Selain itu melakukan observasi Matahari ketika mencapai tinggi kira-kira satu tumbak atau dua tumbak. Adapun observasi ini berlangsung di Pantai Marina Semarang. Untuk menghasilkan penelitian yang optimal peneliti menganalisis data menggunakan metode analisis kualitatif dengan dua cara yakni deskriptif analitis dan verifikatif analitis. Hasil analisis menunjukkan bahwa formulasi waktu Duha dengan mengacu pada konsep qadra rumhin yang telah ada merupakan hasil perkiraan dari masing-masing ahli Falak. Hal ini wajar karena memang dalam hadits maupun fikih sampai sekarang belum ada ketentuan baku tentang awal waktu Duha. Perbedaan pemahaman tinggi tumbak dan jarak pengamat yang belum ada kepastian menjadikan masing-masing dari ahli Falak berbeda pendapat. Dalam fikih hanya disebutkan bahwa tinggi waktu Duha kira-kira satu tumbak, sementara jarak pengamat dengan tumbak fikih belum membicarakan itu. Oleh sebab itu waktu Duha harus didefinisikan dengan waktu setelah Matahari terbit sempurna atau ketika piringan bawah Matahari bersinggungan dengan ufuk. Dengan formulasi itu maka dapat diketahui berapa derajat tinggi Matahari kira-kira satu tumbak atau dua tumbak. Sedangkan hasil kajian penulis terhadap konsep waktu Duha dan verifikasi di lapangan tinggi Matahari awal waktu Duha kira-kira satu tumbak adalah 2o sementara dua tumbak sama dengan 4o.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Waktu Duha; Ilmu falak; Fikih; Tumbak.
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
500 Natural sciences and mathematics > 520 Astronomy and allied sciences > 529 Chronology
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Falak
Additional Information: Pembimbing: Dr. H. Moh. Arja Imroni, M. Ag.; Drs. K.H. Slamet Hambali, M. SI.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 20 May 2016 07:19
Last Modified: 20 May 2016 07:19
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5553

Actions (login required)

View Item View Item