Analisis penggunaan theodolit Nikon NE-102 dengan metode dua titik sebagai penentu arah kiblat

Suwandi, Suwandi (2015) Analisis penggunaan theodolit Nikon NE-102 dengan metode dua titik sebagai penentu arah kiblat. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
112111095.pdf - Accepted Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Metode dua titik merupakan penentuan arah kiblat dengan rumus perhitungan vincenty yang mengandalkan dua koordinat geografis tempat pengamatan. Dengan dua koordinat ini, dapat diolah dengan rumus vincenty untuk mengetahui azimuth dari posisi satu (koordinat pertama) terhadap posisi dua (koordinat kedua). Dengan diketahui nilai azimuth ini, arah utara sejati akan dengan otomatis didapat. Maka dari itu, penentuan koordinat ini membutuhkan GPS geodetik dengan akurasi milimeter. Berdasarkan hal inilah perlu dilakukan penelitian terhadap metode ini, karena mempunyai perbedaan konsep maupun rumus dengan metode segitiga bola yang selama ini digunakan oleh para praktisi falak dalam penentuan arah kiblat. Adapun media pengukuran metode ini penulis menggunakan theodolit yang memang sampai saat ini terbukti secara empiris sebagai alat paling akurat dalam pengukuran arah kiblat. Dalam penelitian ini penulis mempunyai beberapa rumusan masalah yaitu : Pertama, bagaimana konsep penggunaan theodolit dengan metode dua titik dalam menentukan arah kiblat? Kedua, Bagaimana komparasi penggunaan theodolit dengan metode vincenty dua titik dan metode segitiga bola dalam menentukan arah kiblat? Jenis dari penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan penelitian lapangan (field research). Sumber data yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer yaitu hasil obsevasi lapangan dengan alat bantu theodolit Nikon serta GPS Geodetik akurasi milimeter. Sedangkan data sekunder diambil dari buku-buku, ensiklopedi, artikel maupun tulisan-tulisan yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi (documentation), wawancara, serta observasi lapangan. Sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif analisis dan metode komparatif. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan yaitu : Pertama, perbedaan konsep metode dua titik dengan metode segitiga bola pada intinya terdapat pada pointing arah utara sejati yang mana pada metode dua titik berpatokan pada azimuth posisi satu terhadap posisi kedua. Sedangkan pada metode segitiga bola berpatokan pada posisi Matahari. Mengenai penggunaan theodolit pada metode ini pada dasarnya sama dengan metode-metode lain, diawali dengan kalibrasi yang tepat hingga pembidikan terhadap titik koordinat tempat posisi kedua sebagai acuan utaranya. Dan dari berbagai jenis theodolit, bahwa untuk menentukan arah kiblat denga akurat, lebih cepat, serta lebih mudah, penulis menggunakan jenis theodolit Nikon NE-102/NE-201. Kedua, berdasarkan kategori akurat yang disampaikan oleh Slamet Hambali, setelah dilakukan pengukuran terhadap kedua metode, terdapat selisih antara 00 sampai 00 41’ 15,06’’ yang masih masuk dalam kategori akurat.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Theodolit; Metode dua titik; Arah kiblat
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
500 Natural sciences and mathematics > 520 Astronomy and allied sciences > 522 Techniques, equipment, materials
500 Natural sciences and mathematics > 520 Astronomy and allied sciences > 526 Mathematical geography
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Falak
Additional Information: Pembimbing: Drs. H. Maksun, M. Ag.; Ahmad Syifaul Anam, SHI., MH.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 20 May 2016 07:22
Last Modified: 20 May 2016 07:22
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5557

Actions (login required)

View Item View Item