Analisis hukum Islam terhadap hasil tes urin sebagai alat bukti tindak pidana penyalahgunaan narkotika (studi kasus di Polrestabes Semarang)

Fahmi, Ahmad Bahrul (2015) Analisis hukum Islam terhadap hasil tes urin sebagai alat bukti tindak pidana penyalahgunaan narkotika (studi kasus di Polrestabes Semarang). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
112211008.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Pembukian tentang benar tidaknya terdakwa melakukan perbuatan yang didakwakan, merupakan bagian yang terpenting dalam hukum acara pidana. Di dalam suatu perkara narkotika untuk membuktian benar tidaknya seseorang mengonsumsi narkotika yang dilakukan oleh dokter ahli melalui gejala klinis atau indikator-indikator yang ditemukan pada orang yang diduga mengonsumsi narkotika dan dibantu dengan pemeriksaan laboratorium salah satunya melalui pemeriksaan urin. bahwa peran tes urin dalam upaya pembuktian suatu perkara narkotika sangat penting untuk dilakukan agar dapat membantu penyidik dalam proses pemeriksaan dan menetapkan seseorang yang disangka telah menggunakan narkotika atau tidak. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, bagaimana kedudukan hasil tes urin sebagai alat bukti tindak pidana penyalahgunaan narkotika, serta bagaiman pandangan hukum Isalam terhadap penggunaan hasil tes urin sebagai alat bukti hukum. Jenis penelitian yang penulis gunakanan adalah penelitian lapangan (field research). Data primer dalam penelitian ini adalah hasil wawancara (interview) dengan informan dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan penulis adalah deskriptif kualitatif yaitu menggunakan teori-teori tanpa menggunakan rumus statistikyang berbentuk angka-angka. Berdasarkan penelitian ini, dalam penerapan di Polrestabes Semarang diperoleh hasil bahwa hasil tes urin merupakan alat bukti keterangan ahli, karena yang menguji kandungan jenis narkotika kepada seorang yang diduga terlibat adalah ahli kedokteran kehakiman, Langkah ini di lakukan penyidik karena untuk lebih meyakinkan penyidik dan untuk memperkuat hasil tersebut diperlukan ahli untuk mengujinya. Hasil yang telah di uji ahli kemudian di tuangkan ke dalam berita acara pemeriksaan laboratorium, dan dengan berita acara itulah yang di pergunakan penyidik sebagai alat bukti keterangan ahli untuk keperluan pembuktian di pengadilan. Menurut hukum Islam, setiap petunjuk atau tanda-tanda yang tampak yang menyertai sesuatu yang tersembunyi yang bisa menunjukkan kebenaran suatu yang tersembunyi disebut dengan istilah qarinah. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, format qarinah yang diterapkan pada kisah-kisah zaman dahulu cukup sulit untuk diterapkan pada masa kini, untuk itu perlu alternatif baru yang lebih kontekstual dalam upaya pembuktian dalam hukum Islam yang terkait dengan penggunaan alat bukti qarinah. Alternatif baru dalam bentuk qarinah tersebut berupa membaca petunjuk atau tanda-tanda yang ada dalam tubuh manusia dengan pemeriksaan melalui tes urin, untuk dapat mengetahuinya diperlukan pengetahuan khusus yaitu ilmu kedokteran kehakiman. Dengan demikian, maka tes urin dapat dijadikan alat bukti untuk menggungkap suatu perkara narkotika.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Additional Information: Pembimbing: Prof. Drs. H. Abdul Fatah Idris, M.S.I.; Drs. H. Agus Nurhadi, M.A.
Uncontrolled Keywords: Tes urin; Alat bukti; Tindak pidana; Narkotika
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.272 Islam and politics, fundamentalism
300 Social sciences > 340 Law > 345 Criminal law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Jinayah Siyasah
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 20 May 2016 07:24
Last Modified: 20 May 2016 07:24
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5558

Actions (login required)

View Item View Item