Tinjauan hukum Islam terhadap selisih harga yang terjadi di Alfamart Ngaliyan Semarang

Nugroho, M. Agung (2015) Tinjauan hukum Islam terhadap selisih harga yang terjadi di Alfamart Ngaliyan Semarang. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
112311083.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Perkembangan ekonomi pada masa sekarang telah banyak muncul berbagai macam praktek jual-beli diantaranya adalah praktek juak-beli di minimarket dimana akad tidak di ucapkan melainkan dengan perbuatan yang menunjukkan ungkapan kerelaan. Praktek jual-beli seperti ini sudah ada sejak zaman dahulu dengan sebutan bai al-mu’athah dan praktek jual-beli ini banyak ditemui di daerah perkotaan, salah satunya di Alfamart Ngaliyan Semarang, yakni praktek jual-beli modern dengan sistem harga pas. Namun demikian, terjadi permasalahan dalam harga bandrol dengan yang berada di kasir yaitu selisih harga sebesar Rp.1000., pada tanggal 18 November 2015, Rp.1.300., tanggal 25 November 2015., dan Rp.300., tanggal 26 November 2015. Berangkat dari fenomena tersebut maka penulis tertarik mengkaji lebih dalam mengapa selisih harga tersebut dapat terjadi kemudian dianalisis menggunakan pandangan hukum Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian (field research) yang dilakukan di Alfamart Ngaliyan Semarang, untuk mencapai tujuan tersebut penulis menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu menekankan analisis proses berfikir secara deduktif yang berkaitan dengan dinamika hubungan antar fenomena yang diamati dan menggunakan logika ilmiah. Untuk mendapatkan data yang valid, penulis menggunakan beberapa metode pengumpulan data, yaitu wawancara dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini ada dua, yaitu sumber data primer hasil wawancara dengan pejabat toko, karyawan toko dan konsumen Alfamart Ngaliyan Semarang, sementara data sekunder berupa dokumen-dokumen, buku, catatan dan sejarah Alfamart. Setelah data terkumpul maka penulis menganalisis dengan menggunakan metode deskriptif sosiologis. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa selisih harga yang terjadi di Alfamart Ngaliyan disebabkan karena kelalaian karyawan dan data harga yang bermasalah dari kantor pusat yang mengakibatkan akad tersebut menjadi tidak sah atau akadnya fashid, jual-beli gharar memang dilarang dalam Islam, namun tidak semua gharar menjadi sebab pengharaman. Seperti selisih harga yang terjadi di Alfamart Ngaliyan memang ditemukan unsur ghararnya yakni dalam akad, namun unsur ghararnya tidak menjadikan jual-beli ini dilarang, karena unsur gharar yang ada pada jual beli ini ringan termasuk gharar yang diperbolehkan dan yang terpenting dalam jual-beli diantara keduanya saling ridlo tidak ada paksaan

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Jual Beli; Hukum Islam; Selisih Harga; Gharar
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics
300 Social sciences > 380 Commerce, communications, transport > 381 Internal commerce (Domestic trade)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah
Additional Information: Pembimbing: Drs. Agus Nurhadi, MA.; H. Suwanto, S. Ag., MM.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 30 May 2016 06:51
Last Modified: 30 May 2016 06:51
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5583

Actions (login required)

View Item View Item