Masuk Islam karena alasan perkawinan (studi kasus perkawinan pasangan yang semula beda agama di Desa Borangan Kecamatan Manisrenggo Kabupaten Klaten)

Hasin, Atabik (2015) Masuk Islam karena alasan perkawinan (studi kasus perkawinan pasangan yang semula beda agama di Desa Borangan Kecamatan Manisrenggo Kabupaten Klaten). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
112111017.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Perkawinan beda agama di Indonesia hingga saat ini masih menyisakan masalah baik dalam tataran normatif maupun dalam implementatif. Dalam tataran normatif, aturan perkawinan beda agama yang terdapat dalam Undang-undang Perkawinan masih ambigu. Menurut Guru Besar Hukum Perdata Universitas Indonesia, Prof. Wahyono Darmabrata, menjabarkan ada empat cara yang populer ditempuh pasangan beda agama agar pernikahannya dapat dilangsungkan, yaitu: (1) Meminta penetapan Pengadilan, (2) Perkawinan dilakukan menurut hukum masing-masing agama, (3) Mengikuti salah satu agama pasangannya, (4) Menikah di luar negeri. Perkawinan beda agama dalam kasus kali ini adalah perkawinan pasangan yang semula beda agama dengan cara masuk Islam karena dasar perkawinan yaitu dengan berpindah agama sementara ke agama dari salah satu pasangan yang akan melakukan perkawinan. Dengan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah pada skripsi ini adalah: (1) Bagaimana praktik perkawinan pasangan yang semula beda agama di Desa Borangan Kecamatan Manisrenggo Kabupaten Klaten? (2) Faktor-faktor apa yang mempengaruhi masuk Islam karena alasan perkawinan dalam perkawinan pasangan yang semula beda agama di desa Borangan Kecamatan Manisrenggo Kabupaten Klaten? Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field research) dan sumber data terdiri dari sumber data primer dan sekunder. Dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data observasi, dan wawancara. Hasil penelitian: (1) Praktik perkawinan pasangan yang semula beda agama di Desa Borangan Kecamatan Manisrenggo Kabupaten Klaten ini masih ada hingga saat ini, terjadinya praktik perkawinan ini karena kurangnya kesadaran dari masyarakat mengenai hukum perkawinan pasangan yang semula beda agama. Di dalam lingkungan masyarakat Desa Borangan Kecamatan Manisrenggo Kabupaten Klaten, perkawinan seperti ini sudah menjadi hal biasa, mereka melakukan dengan cara masuk Islam atau menundukkan hukum dengan berpindah agama kepada salah satu agama calon pasangannya. Praktik perkawinan seperti ini menurut Islam adalah fasakh karena murtad (setelah masuk Islam kemudian kembali lagi ke agamanya semula (non muslim) halal darahnya untuk dibunuh). (2) Faktor-faktor yang mempengaruhimasuk Islam dengan dasar perkawinan dalam perkawinan pasangan yang semula beda agama di Desa Borangan Kecamatan Manisrenggo Kabupaten Klaten adalah: (A) Ketaatan terhadap orang tua. (B) Kemudahan administrasi perkawinan. (C) Ketidak tahuan ajaran agama.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Mualaf; Alasan pernikahan; Nikah beda agama
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.574 Conversion of non-Muslim to Islam
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Additional Information: Pembimbing: Drs. H. Ahmad Ghozali, M.S.I.; Dr. H. Ali Imron, M. Ag.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 01 Jun 2016 06:15
Last Modified: 01 Jun 2016 06:15
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5586

Actions (login required)

View Item View Item