Penafsiran Hamka tentang kepemimpinan dalam tafsîr Al Azhâr

Elha, Ahmad Munif Sabtiawan (2015) Penafsiran Hamka tentang kepemimpinan dalam tafsîr Al Azhâr. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
114211060.pdf - Accepted Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Perihal kepemimpinan, Hamka berpendapat bahwa seorang pemimpin memiliki banyak variasi. “Memimpin supaya tegak. Membimbing supaya dapat berjalan, memapah supaya jangan jatuh! Atau menarik naik kalau sudah tergelincir jatuh. Tegak ke muka kalau bahaya datang mengancam”. Sebagai pemimpin juga harus selalu beriman kepada Allah. Menurut Hamka dalam Tafsîr Al-Azhâr, pemimpin memiliki dua istilah, yaitu Khalîfah dan Imâm. Dikatakan bahwa sebagai seorang Khalîfah (pemimpin) adalah selalu menegakkan supremasi hukum secara adil (al haq), tidak membedakan golongan, tidak boleh menjalankan kepemimpinannya dengan mengikuti hawa nafsu dan juga tugas fisabilillah (jalan allah) sehingga mulia. Yang kedua yakni, Pemimpin memiliki istilah Imâm. Imâm memiliki maksud sebagai seorang pemimpin yang diikuti oleh umat, ia haruslah haruslah bisa menjaga hati dan sabar menempuh berbagai ujian, ia juga haruslah amanah dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya di dunia dan di akhirat.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Kepemimpinan; Tafsir Al-Qur'an
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1229 Individual Suras and Groups of Suras
600 Technology (Applied sciences) > 650 Management and auxiliary services > 658 General management
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Additional Information: Pembimbing: Moh. Masrur, M. Ag.; Muhtarom, M. Ag.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 09 Jun 2016 06:01
Last Modified: 09 Jun 2016 06:01
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5607

Actions (login required)

View Item View Item