Analisis pendapat Al-Ghazali tentang kriteria pemimpin dalam Islam

Samsudin, Samsudin (2016) Analisis pendapat Al-Ghazali tentang kriteria pemimpin dalam Islam. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
092211035.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Islam adalah sebuah unit budaya yang khas dan mandiri. pemikiran politik mengkaji ihwal pelaksanaan kekuasaan, siapa yang layak melaksanakannya, serta seberapa besar kekuasaan yang bisa mereka miliki. Imam al Ghazali adalah salah satu ulama atau pemikir abad pertengahan yang memiliki perhatian dalam permasalahan politik atau kepemimpinan. Dalam hal etika politik, Imam al Ghazali berpendapat bahwa manusia adalah makhluk sosial, oleh karena itu, manusia tidak dapat hidup sendirian. Menurut pandangan Imam al Ghazali, negara merupakan suatu lembaga yang sedemikian penting, untuk menjamin pergaulan hidup manusia. Bahkan, keberadaan negara adalah dalam rangka menjaga dan merealisasikan syariat agama yang kokoh, yaitu mengantarkan manusia menuju kebahagiaan hakiki. Kriteria yang dikemukakan al Ghazali sebagai syarat seorang imam, khalifah atau kepala negara salah satunya adalah keturunan Quraisy. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana kriteria pemimpin Islam menurut Muhammad al Ghazali? 2) Apa dasar kriteria pemimpin Islam menurut Muhamamad al Ghazali? Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research), di mana data-data yang dipakai adalah data kepustakaan. Data primer dalam penelitian ini adalah al Iqtishad fi al I’tiqad karya Muhammad al Ghazali. Metode analisis yang digunakan penulis adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria pemimpin Islam menurut al Ghazali adalah dewasa atau aqil baligh, memiliki otak yang sehat, merdeka dan bukan budak, Laki-laki, keturunan Quraisy, memiliki pendengaran dan penglihatan yang sehat, memiliki kekuasaan yang nyata, mampu menerima hidayah, memiliki ilmu pengetahuan dan memiliki kehidupan yang bersih dengan kemampuan mengendalikan diri, tidak berbuat hal-hal yang terlarang dan tercela (wara’). Menurut al-Ghazali, syarat mampu berijtihad dan memberi fatwa di bidang syariah tidak termasuk sifat yang harus dimiliki seorang kepala negara. Al Ghazali juga menegaskan bahwa sumber kekuasaan adalah dari Tuhan. Dasar kriteria pemimpin Islam menurut al Ghazali yaitu QS. al Nisa’ ayat 59 yang memerintahkan orang-orang mukmin taat kepada Allah, kepada Rasul-Nya, dan kepada para pemimpin. Kemudian dalam surat ‘Ali Imran ayat 26, yang menegaskan bahwa Allah memberikan kekuasaan kepada yang Ia kehendaki. Mengenai kepemimpinan harus berasal dari keturunan Quraisy didasarkan pada hadits Nabi Saw yang diriwayatkan dari Muhammad bin Ja’far bercerita Syu’bah dari ‘Ali Abi al Asad yang menyatakan bahwa kepemimpinan itu ada di tangan Quraisy sesungguhnya mereka mempunyai hak atas kalian dan kalian pun mempunyai hak atas mereka.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Pemimpin dalam Islam; Kepemimpinan Islam
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.272 Islam and politics, fundamentalism
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.6 Islamic history > 297.61 Islamic leaders
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Jinayah Siyasah
Additional Information: Pembimbing: Dr. H. Mashudi, M. Ag.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 27 Sep 2016 02:16
Last Modified: 27 Sep 2016 02:16
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5699

Actions (login required)

View Item View Item