Tinjauan hukum Islam terhadap pembiayaan murabahah di BMT Syirkah Muawanah MWC NU Suradadi Kabupaten Tegal

Ruf’a, I’tirofur (2016) Tinjauan hukum Islam terhadap pembiayaan murabahah di BMT Syirkah Muawanah MWC NU Suradadi Kabupaten Tegal. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
112311030.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

BMT “Syirkah Muawanah MWC NU Suradadi Tegal”, sebagai lembaga keuangan syariah terdapat ketidaksesuaian dalam melakukan praktek pembiayaan murabahah, yaitu ketika anggota membutuhkan pembiayaan murabahah untuk pembelian barang, BMT tidak memberikan barang melainkan memberi uang senilai barang terebut dan tidak mencantumkan akad wakalah. Akan tetapi, bagi anggota yang menginginkan adanya akad wakalah, baru pihak BMT menambahkannya, dan anggota yang meminta ditambahkan akad wakalah hanya 10 % dari total keseluruhan yang mengajukan pembiayaan murabahah. Sehingga perlu diteliti bagaimana pelaksanaan pembiayaan murabahah di BMT “Syirkah Muawanah MWC NU Suradadi Tegal”? Dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadapa pelaksanaan pembiayaan murabahah di BMT ini? Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (fielresearch). Adapun tekhnik pengumpulan data meliputi dokumentasi, dan wawancara. Data yang diperoleh akan dianalisis dan digambarkan secara menyeluruh dari fenomena yang terjadi pada pada pembiayaan murabahah di BMT “Syirkah Muawanah MWC NU Suradadi” Kabupaten Tegal. Sedangkan teknik analisisnya adalah analisis deskriptif dengan pendekatan normatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dalam pelaksanaan pembiayaan murabahah di BMT Syirkah Muawanah MWC NU Suradadi tidak memberikan barang tersebut melainkan mamberikan uang senilai harga barang tersebut dan tidak mencantumkan akad wakalah di dalamnya. Akan tetapi, bagi anggota yang menginginkan adanya akad wakalah di dalam perjanjian maka BMT baru memberikan akad wakalah tersebut dalam perjanjian, dan anggota yang menginginkan di adakannya akad tambahan wakalah hanya 10 % dari total keseluruhan yang mengajukan pembiayaan murabahah. Praktek pembiayaan murabahah di BMT Syirkah Muawanah MWC NU Surdadi juga belumlah sesuai dengan aturan Hukum Islam (fiqh), hal ini di karenakan antara lain, pertama, dalam praktek pembiayaan murabahah di BMT Syirkah Muawanah MWC NU Suradadi, pihak BMT tidak memberikan adanya akad tambahan wakalah di pembiayaan tersebut, karena akad wakalah diberikan ketika dari anggota meminta di adakannya akad tambahan wakalah, ketika anggota tidak meminta, pihak BMT tidak menyelipkan adanya akad wakalah dalam pembiayaan murabahah. Kedua ketika anggota BMT Syirkah Muawanah MWC NU Suradadi melakukan pembiayaan murabahah untuk pembelian suatu barang, pihak BMT tidak memberikan barang yang di ajukan oleh anggota, akan tetapi hanya memberikan uang seharga barang yang diajukan, di pembiayaaan murabahah tersebut tidak di hadirkan adanya akad wakalah untuk mewakilkan anggota BMT melakukan pembelian barang secara mandiri. Hal ini menyebabkan tidak sempurnanya akad jual beli karena tidak adanya barang yang diserahterimakan, sehingga yang terjadi adalah peminjaman uang yang menimbulkan adanya unsur gharar.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Hukum Ekonomi Islam; Murabahah; Bank Muamalah wat Tamwil (BMT)
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics
300 Social sciences > 330 Economics > 332 Financial economics
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah
Additional Information: Pembimbing: Dr. H. Agus Nurhadi, MA.; Anthin Latifah, M. Ag.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 15 Sep 2016 00:26
Last Modified: 15 Sep 2016 00:26
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5738

Actions (login required)

View Item View Item