Studi hukum Islam pendekatan sosiologis terhadap praktek jual beli ijon cengkeh di Desa Getasblawong Kecamatan Pageruyung Kabupaten Kendal

Afifah, Siti (2016) Studi hukum Islam pendekatan sosiologis terhadap praktek jual beli ijon cengkeh di Desa Getasblawong Kecamatan Pageruyung Kabupaten Kendal. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
112311077.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial yang berarti dia tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Begitu pula yang terjadi pada kehidupan masyarakat desa Getasblawong yang menggunakan jual beli ijon untuk memenuhi kebutuhannya. Hukum jual beli ijon sudah jelas dilarang, akan tetapi jual beli ijon merupakan adat kebiasaan yang sudah berlangsung sejak lama. Fenomena ini menunjukkan, interaksi sosial dalam masyarakat, baik yang berkaitan dengan kegiatan religius atau aktifitas-aktifitas sosial akan selalu dilingkupi oleh tradisi dan doktrin agama yang satu sama lain saling mengisi. Untuk mengungkap fenomena ini penyusun melakukan penelitian dengan rumusan masalah, 1. Faktor apa yang menjadi pendorong praktek jual beli cengkeh secara ijon di Desa Getasblawong Kec. Pageruyung Kab. Kendal? dan selanjutnya 2. Bagaimana analisis hukum Islam pendekatan sosiologis terhadap praktek jual beli cengkeh secara ijon di Desa Getasblawong Kec. Pageruyung Kab. Kendal?. Dalam penelitian ini penyusun menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dan sifat penelitiannya adalah deskriptif analitik. Langkah-langkah yang digunakan dalam pengambilan data yaitu dengan observasi, dan wawancara, serta menggunakan analisis data dengan analisa kualitatif menggunakan metode induktif. Hasil penelitian ini adalah jual beli cengkeh dengan sistem ijon yang terjadi di masyarakat Desa Getasblawong yang pertama disebabkan beberapa faktor yaitu terdesaknya kebutuhan, transaksi lebih mudah dan cepat, serta sudah menjadi kebiasaan masyarakat yang berkembang dari dulu, juga karena masih terciptanya kepercayaan yang tinggi antara pihak-pihak yang melakukan transaksi ini. Yang kedua dalam pendekatan sosiologis bahwa praktek yang dilakukan masyarakat Desa Getasblawong dalam pandangan sosiologi merupakan prilaku yang menyimpang. Penyimpangan sosial ini tidak lepas dari sosio-ekonomi yang rendah dan doktrin budaya masyarakat itu sendiri. Hal ini menyebabkan sistem sosial masyarakat tidak berjalan semestinya. Dimana fungsi AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, dan Latency) ada salah satu yang tidak berjalan yaitu Latency atau pemeliharaan norma-norma yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam sistem sosial yang ada di Desa Getasblawong.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Additional Information: Pembimbing: Dr. H. Abdul Ghofur, M. Ag.; Dr. Tolkhatul Khoir, M. Ag.
Uncontrolled Keywords: Jual-beli ijon; Cengkeh; Hukum ekonomi Islam
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics
300 Social sciences > 380 Commerce, communications, transport > 381 Internal commerce (Domestic trade)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 15 Sep 2016 04:15
Last Modified: 15 Sep 2016 04:15
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5746

Actions (login required)

View Item View Item