Analisis penafsiran ayat hisab rukyat menurut Majlis Tafsir Al-qur’an

Qusthalaani, Imam (2016) Analisis penafsiran ayat hisab rukyat menurut Majlis Tafsir Al-qur’an. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
122111002.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Al-Qur’an diturunkan Allah kepada manusia sebagai petunjuk hidup. Petunjuk tersebut tidak terkecuali pada urusan penentuan waktu beribadah maupun bermuamalah. Untuk bisa memahami petunjk tersebut, diperlukan penafsiran terhadap ayat al-qur’an. Majlis Tafsir Al-Qur’an merupakan suatu ormas islam yang menyebarkan dakwah Islam dengan melakukan penafsiran sendiri terhadap al-Qur’an. Pada beberapa kesempatan, MTA telah melakukan penafsiran yang kontroversial yang meresahkan umat Islam. Terkait penentuan waktu ibadah, MTA telah mengeluarkan kebijakan bahwa dalam menetapkan awal Ramadan dan Syawal, mereka mengikuti pemerintah Indonesia, sedangkan awal Zulhijah ditetapkan berdasarkan pengmuman Kerajaan Saudi Arabia. Sebagai ormas yang lahir dan berkembang di Indonesia kebijakan tersebut bertentangan dengan konsensus ulama, di mana dalam pelaksanaan Idul Adha hanya dikenal teori mathla’, yang mana masing-masing negeri Islam berlaku mathla’ setempat. Pendapat ulama ini sejalan dengan Fatwa MUI tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah nomor 2 tahun 2004. Penelitian ini merupakan penilitian kualitatif yang bersifat lapangan karena data primer penelitian ini ialah hasil wawancara dengan pimpinan pusat dan pengurus MTA. Sedangkan data sekundernya ialah buku-buku falak, artikel, brosur dan laporan-laporan penelitian yang berkaitan dengan objek penelitian. Data-data yang didapatkan kemudian diolah menggunakan metode deskriptif analisis. Penelitian ini setidaknya menghasilkan dua poin. Pertama, Ayat-ayat hisab rukyat secara garis besar berisi petunjuk Allah tentang pergerakan benda langit (bulan, matahari dan bintang) serta fungsinya bagi kehidupan manusia. Penafsiran Majlis Tafsir Al-Qur’an terhadap ayat-ayat hisab rukyat tersebut dilakukan secara tekstual tanpa diimbangi dengan ilmu-ilmu yang berkaitan. Akibatnya, penafsiran MTA terhadap ayat-ayat tersebut belum bisa menjelaskan pergerakan bulan dan matahari yang merupakan petunjuk dalam menentukan waktu bagi manusia, apalagi digunakan untuk menghakimi teori-teori pergerakan bulan dan matahari yang berkembang dalam ilmu astronomi. Kedua, penerapan penafsiran ayat hisab rukyat oleh MTA diwujudkan dalam penetapan awal bulan Kamariah, di mana secara teoritis MTA berpegang pada hasil rukyat hilal, namun dalam praktiknya menetapkan awal Ramadan dan Syawal dengan mengikuti pemerintah (imkan al rukyah bi mathla’ fi wilayah al hukmi) dan menetapkan awal Zulhijah dengan mengikuti rukyah syar’i Saudi Arabia. Penerapan penafsiran MTA secara praktis mengandung inkonsistensi, baik dalam hal metode maupun ketaatan kepada ulil amri.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Majlis Tafsir Al-Qur’an; Tafsir al-Qur'an; Hisab rukyat; Awal bulan Kamariah; Idul Adha.
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1229 Individual Suras and Groups of Suras
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Falak
Additional Information: Pembimbing: Drs. H. Muhyiddin, M. Ag.; Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M. Ag.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 15 Sep 2016 04:18
Last Modified: 15 Sep 2016 04:18
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5748

Actions (login required)

View Item View Item