Analisis Hukum Islam terhadap Putusan Pengadilan Negeri Semarang No.05/Pid.Sus/2011/PN.SMG tentang Pemakai Narkotika

Ali, Nur (2012) Analisis Hukum Islam terhadap Putusan Pengadilan Negeri Semarang No.05/Pid.Sus/2011/PN.SMG tentang Pemakai Narkotika. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
082211024_Coverdll.pdf - Cover Image

Download (570kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082211024_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (66kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082211024_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (126kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082211024_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (60kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082211024_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (67kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082211024_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (15kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082211024_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (17kB) | Preview

Abstract

Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana putusan Pengadilan Negeri Semarang nomor.05/Pid.Sus/2011/PN. Semarang tentang tindak pidana pemakai narkotika dalam menjatuhkan hukuman terhadap pelaku tindak pidana pemakai narkotika menurut perspektif hukum positif di Indonesia dan hukum Islam, serta bagaimana dasar hukum yang digunakan hakim ketika menjatuhkan hukuman terhadap tindak pidana pemakai narkotika. Dalam menyelesaikan permasalahan ini, penulis melakukan penelitian secara kualitatif dengan mengumpulkan data-data pustakaan atau disebut dengan istilah library research. Dalam penelitian ini penulis juga menggunakan analisis yang bersifat “deskriptif” yang berusaha menggambarkan mengenai masalah tersebut. Metode ini digunakan untuk memahami pendapat dan dasar hukum yang dipakai hakim dalam putusan Pengadilan Negeri Semarang tentang tindak pidana pemakai narkotika. Hasil dari penelitian yang penulis temukan adalah : pelaksanaan penegakan hukum untuk mengatasi penyalahgunaan narkotika belum dapat dilakasanakan dengan baik. pertama, belum adanya keputusan yang menunjukan secara spesifik rumah sakit atau panti rehabilitasi sebagai tempat untuk membina terpidana pemakai narkotika. Kedua, pemakai narkotika yang diadili tidaklah termasuk dalam kelompok pemakai narkotika yang dapat dikategorikan sebagai pemakai narkotika yang sudah mencapai tingkat kecanduan sehingga membutuhkan pengobatan dan perawatan. Ketiga, karena masih terdapat asumsi dalam masyarakat mengenai pemakaian narkotika sebagai pelaku tindak pidana yang dapat menimbulkan keresahan dalam masyarakat sehingga masyarakat menganggap bahwa pemakai narkotika harus di pidana penjara. Hasil penulis dalam menganalisa metode yang digunakan hakim adalah : pertama, hakim menggunakan pasal 112 Undang-Undang nomor. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 4 tahun serta denda Rp. 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah), Kedua, hakim di Pengadilan Negeri Semarang menggunakan pasal 112 Undang-undang narkotika nomor. 35 tahun 2009, Ketiga, Hukum Islam menjatuhkan hukuman bersumber pada hadist nabi Muhammad SAW, yang pernah menghukum orang yang meminum khamr dengan didera, sebanyak 40 kali, namun untuk besarnya hukuman maka bersumber kepada para sahabat. Ada yang berpendapat sanksi pidana bagi peminum khamr didera sebanyak 40 kali tetapi ada yang berpendapat 80 kali dan selebihnya termasuk Ta’zir..

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Pemakai Narkotika; Narkoba
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.272 Islam and politics, fundamentalism
300 Social sciences > 340 Law > 344 Social, labor, welfare, and related law
300 Social sciences > 340 Law > 345 Criminal law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Jinayah Siyasah
Depositing User: Muhammad Qomarudin
Date Deposited: 05 Dec 2013 07:32
Last Modified: 05 Dec 2013 07:32
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/575

Actions (login required)

View Item View Item