Pengembangan ilmu falak di pondok pesantren (analisis metode pengembangan ilmu falak di pondok pesantren di Jawa Tengah dan Jawa Timur)

Kholilah, Fitri (2016) Pengembangan ilmu falak di pondok pesantren (analisis metode pengembangan ilmu falak di pondok pesantren di Jawa Tengah dan Jawa Timur). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
122111050.pdf - Accepted Version

Download (6MB) | Preview

Abstract

Sejak awal perkembangannya di Indonesia, ilmu falak tidak bisa dipisahkan dari dunia pesantren, para Ulama terdahulu membawa ilmu falak setelah mereka belajar kepada guru-guru mereka baik di dalam maupun di luar negeri lalu mengajarkan kepada santri-santrinya melalui pondok pesantren. Dewasa ini ilmu falak mulai kurang diminati di dunia pesantren, ia kalah populis dengan ilmu-ilmu lain seperti ilmu nahwu, saraf, tahfidz al-Qur’an ataupun hadits, di samping itu ilmu falak juga dianggap sebagai sebuah ilmu yang sulit karena identik dengan matematika dan rumus-rumus perhitungan. Namun demikian berdasarkan observasi yang dilakukan oleh penulis ternyata masih ada pondok-pondok pesantren khusunya pondok pesantren salafiyah yang masih istiqomah mengajarkan dan melakukan pengembangan ilmu falak kepada santri-santrinya, di antara Pondok Pesantren Al-Hikmah 2 Brebes Jawa Tengah, Pondok Pesantren Salafiyah Kajen Pati Jawa Tengah, Pondok Pesantren Tremas Pacitan Jawa Timur, Pondok Pesantren Lirboyo Kediri dan Pondok Al-Falah Ploso Kediri Jawa Timur. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan lapangan (field Reseacrh) yakni penulis melakukan analisis terhadap sumber data yang diperoleh dari lapangan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Sumber primernya adalah hasil observasi dan wawancara dari pondok-pondok pesantren yang telah disebutkan di atas, sedangkan buku-buku lain berperan sebagai data pendukung. Setelah data terkumpul, penulis melakukan analisis menggunakan metode analisis deskriptif, yakni menggambarkan mengenai model dan kondisi pengembangan ilmu falak di pondok pesantren tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lima pondok pesantren di atas merupakan lembaga pendidikan yang istiqomah dan cukup serius dalam melakukan pengembangan terhadap ilmu falak, terbukti dengan memasukkan ilmu falak ke dalam kurikulum pembelajaran. Secara umum model pengembangan ilmu falak yang dikembangkan oleh pondok-pondok pesantren diatas adalah dengan memadukan dua teori perhitungan, yaitu teori klasik dengan berpedoman pada kitab-kitab falak klasik, seperti kitab Sulam al-Nayiraini, Kitab Tashilul Amsilah, buku Ilmu Hisab (saduran dari kitab Fathur Rouf Al-Manan), Kitab Qurrotul ‘Aini (Saduran dari Kitab Sulam al-Nayiraini), dan kitab Durusul Falakiyah dan Teori perhitugan kontemporer dengan berpedoman pada teori perhitungan astronomi modern salah satunya adalah metode ephemeris. Namun demikian masih ada beberapa kendala yang dihadapi, diantaranya jumlah tenaga pengajar yang terbatas, kurikulum yang masih menjadi muatan lokal saja dan kurangnya alat-alat pendukung. Pondok-pondok pesantren diatas berharap pemerintah dapat memberikan perhatian yang serius dalam hal pengembangan ilmu falak di pondok pesantren, sehingga ilmu falak tetap istiqomah diajarkan sebagai kajian keilmuan khazanah Islam.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Ilmu Falak; Pondok Pesantren
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Falak
Additional Information: Pembimbing: Drs. H. Eman Sulaiman, MH.; Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M. Ag.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 27 Sep 2016 03:13
Last Modified: 27 Sep 2016 03:13
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5762

Actions (login required)

View Item View Item