Analisis konsep nusyus dalam Kompilasi Hukum Islam ditinjau dari perspektif feminis muslim

Kamalia, Nely Sama (2016) Analisis konsep nusyus dalam Kompilasi Hukum Islam ditinjau dari perspektif feminis muslim. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
12211102.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Al Quran memakai istilah nusyus dengan disandarkan pada dua pihak yaitu istri dan suami, surat an-Nisa ayat 34 menyebutkan istilah nusyus untuk istri, sedangkan nusyus suami disinggung dalam surat an-Nisa ayat 128, yang dalam perkembangannya mengalami perdebatan dikarenakan adanya bias gender dalam konsep nusyus. Dalam konteks fikih Indonesia, kita mengenal KHI sebagai referensi penting pelaksanaan hukum di Indonesia. KHI tidak luput menyimpan problem dalam relasi laki-laki dan perempuan. Gambaran gender dalam ranah hukum keluarga menurut pandangan feminis muslim sarat dengan nuansa ketidak adilan dan cenderung mengunggulkan kaum laki-laki. Akibatnya, muncul dikotomi antara kaum wanita dan kaum laki-laki yang menganggap keduanya mempunyai perbedaan yang sangat jauh dalam hal tertentu, sehingga yang paling diuntungkan adalah golongan patriarki. Sedangkan kaum perempuan termarjinalisasikan oleh kepentingan-kepentingan laki-laki. Berangkat dari latar belakang tersebut, penulis menemukan beberapa hal yang akan diteliti yaitu Bagaimanakah konsep nusyus dalam KHI dan Bagaimana perspektif feminis muslim terhadap konsep nusyus dalam KHI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, penulis berusaha menggambarkan bagaimana konsep nusyus dalam KHI kemudian dianalisis menurut perspektif feminis muslim. Di dalam penelitian ini penulis menggunakan library research (penelitian pustaka) di mana penelitian yang akan penulis lakukan berdasarkan pada data-data kepustakaan yang berkaitan pada pokok persoalan yang dibahas. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif sehingga data datanya dinyatakan dalam keadaan sebagaimana aslinya, dengan tidak dirubah dalam bentuk simbol simbol atau bilangan. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini yaitu bahwa konsep nusyus dalam KHI ialah istri dianggap nusyus jika ia tidak mau melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri, kecuali dengan alasan yang syah. Secara eksplisit KHI tidak menyebutkan adanya istilah nusyus suami. Tetapi, secara implisit KHI menjelaskan bahwa konsep nusyus suami dapat melanggar taklik talak yang dapat menyebabkan putusnya perkawinan, hal ini sejalan dengan pasal 116 KHI, bahwa perceraian dapat terjadi ketika suami melanggar taklik talak. KHI hanya menyandarkan istilah sebagai bentuk pelanggaran kewajiban dari seorang istri terhadap suaminya. Menurut perspektif feminis muslim, konsep nusyus yang hanya ditujukan pada istri belum memenuhi keadilan gender. Hal ini akan semakin memperkuat pandangan masyarakat bahwa nusyus hanya bisa datang dari istri, sementara suami tidak ada nusyus. Pandangan seperti ini dipengaruhi oleh kuatnya budaya patriarki. Dalam hal ini perlu diadakan kajian ulang terhadap KHI yang menjadi pedoman penerapan hukum keluarga di Indonesia.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Nusyus; Feminis muslim; Hukum Islam
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
300 Social sciences > 360 Social services; association > 362 Social welfare problems and services
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Additional Information: Pembimbing: Achmad Arief Budiman, M. Ag.; Briliyan Erna Wati, SH., M.H.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 27 Sep 2016 05:34
Last Modified: 27 Sep 2016 05:34
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5775

Actions (login required)

View Item View Item