Analisis penerapan syarat hasil investasi minimum pada pembiayaan mudharabah untuk sektor pertanian (studi kasus di KSPPS Baitut Tamwil Tamzis Cabang Batur Banjarnegara)

Ruchayatun, Ruchayatun (2016) Analisis penerapan syarat hasil investasi minimum pada pembiayaan mudharabah untuk sektor pertanian (studi kasus di KSPPS Baitut Tamwil Tamzis Cabang Batur Banjarnegara). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
COVER.pdf - Accepted Version

Download (845kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf - Accepted Version

Download (488kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf - Accepted Version

Download (526kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf - Accepted Version

Download (374kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf - Accepted Version

Download (458kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf - Accepted Version

Download (166kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography

Download (221kB) | Preview
[img]
Preview
Text
LAMPIRAN .pdf - Supplemental Material

Download (638kB) | Preview

Abstract

Didalam teori mudharabah nisbah bagi hasil harusnya hanya ditentukan prosentase di awal akad dan tidak menyebutkan nominal atau rupiah tertentu. Namun, dengan sistem syarat hasil ivestasi minimum (HIM) yang diterapkan di Baitut Tamwil Tamzis, nominal rupiah tertentu untuk bagi hasil dapat dihitung diawal. Masalah yang akan dibahas peneliti adalah tentang bagaimana penerapan syarat HIM tersebut pada pembiayaan mudharabah pertaian dan seperti apa analisis hukum Islam tentang tambahan syarat yang diterapkan di KSPPS Baitut Tamwil Tamzis Cabang Batur Banjarnegara. Dalam hal ini peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian field research (penelitian lapangan), dengan tujuan agar lebih mudah dalam mengumpulkan data-data dari lapangan. Syarat Hasil investasi minimum merupakan sebuah sistem hasil ijtihad dari pihak KSPPS Baitut Tamwil Tamzis, yang selanjutnya digunakan sebagai acuan proyeksi bagi hasil antara Tamzis dengan mudharib. Dengan menerapkan HIM tersebut kedua belah pihak dapat mengetahui berapa nominal rupiah tertentu yang akan diberikan ke Tamzis sebagai bagi hasil, meskipun usaha belum berjalan. Adapun kesimpulan dari permasalahan yang dibahas tentang penambahan syarat pada pembiayaan mudharabah pertanian di KSPPS Baitut Tamwil Tamzis Cabang Batur Banjarnegara ini adalah: Penerapan syarat HIM tersebut digunakan sebagai acuan proyeksi bagi hasil antara mudharib dengan shahibul mal. Sedangkan menurut Islam syarat HIM boleh diterapkan dengan landasan QS. An-Nisa ayat 29 yaitu adanya keridhaan antara kedua belah pihak, selain itu dikuatkan dengan kaidah fiqh yang menyatakan jika asal hukum dari muamalah itu boleh sampai ada dalil yang mengharamkannya.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Mudharabah; Investasi minimum; Pertanian; Bank Muamalah wat Tamwil (BMT)
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics
300 Social sciences > 330 Economics > 332 Financial economics
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah
Additional Information: Pembimbing: Dr. H. Abdul Ghofur, M. Ag.; Supangat, M. Ag.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 23 Sep 2016 03:01
Last Modified: 23 Sep 2016 03:01
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5810

Actions (login required)

View Item View Item