Konsep manusia Ki Ageng Suryomentaram relevansi dengan pembentukan karakter sufistik

Nikmaturrohmah, Nikmaturrohmah (2016) Konsep manusia Ki Ageng Suryomentaram relevansi dengan pembentukan karakter sufistik. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
114411041.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Persoalan karakter merupakan hulu dari persoalan moral dalam masyarakat. Karakter dan pembentukannya, bisa menjadi solusi atas permasalahan moral yang sifatnya mendasar dan relatif permanen. Tasawuf memiliki perhatian terhadap persoalan karakter. Karakter sufistik, yang bersumber dari internalisasi nilai-nilai ajaran tasawuf, terutama tasawuf akhlaqi, memiliki keunggulan dalam menyajikan konsep karakter yang utuh dan menyeluruh. Pemikiran Ki Ageng Suryomentaram mengenai konsep manusia memiliki kemiripan dengan pembentukan karakter sufistik. Berkaitan dengan hal itu, peneliti tertarik untuk mengangkat permasalahan tersebut dalam skripsi dengan judul “Konsep Manusia Ki Ageng Suryomentaram Relevansinya dengan Pembentukan Karakter Sufistik”. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep manusia menurut Ki Ageng Suryomentaram, menemukan relevansi konsep manusia Ki Ageng Suryomentaram dengan kondisi kekinian, dan menemukan relevansinya dengan pembentukan karakter sufistik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode studi pustaka dalam menghimpun data-data primer dan data-data sekunder, lalu mengolahnya dalam analisis yang bersifat deskriptif, kualitatif. Dari hasil analisis dapat dikatakan bahwa konsep manusia Ki Ageng Suryomentaram relevan dengan pembentukan karakter sufistik. Melalui pemahaman yang praktis dan sederhana, konsep manusia Ki Ageng Suryomentaram memuat pemaknaan terhadap kebahagiaan sejati. Bagaimana menjalani kehidupan yang bahagia, bagaimana menjadi manusia yang mengenali rasanya sendiri dan rasa orang lain, dan bagaimana melakukan transformasi dari manusia yang berada dalam dimensi keakuan (kramadangsa), menuju manusia yang berada pada dimensi manusia tanpa ciri, atau manusia tanpa atribut. Manusia tanpa atribut inilah yang memiliki ciri-ciri karakter sufistik. Konsep manusia Ki Ageng Suryomentaram juga relevan kondisi kekinian, sebagai salah satu solusi alternatif untuk mengatasi problem kemerosotan moral dan pengaruh globalisasi.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Karakter sufistik; Tasawuf; Konsep manusia
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 120 Epistemology, causation, humankind > 128 Humankind
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.4 Sufism
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tasawuf dan Psikoterapi
Additional Information: Pembimbing: Prof. Dr. H. Abdullah Hadziq, MA.; Dr. H. Asmoro Achmadi, M. Hum.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 23 Sep 2016 03:04
Last Modified: 23 Sep 2016 03:04
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5814

Actions (login required)

View Item View Item