Rûh menurut Dr. Aidh al-Qarni dalam tafsir Al-Muyassar

Prasetyo, Yuli (2016) Rûh menurut Dr. Aidh al-Qarni dalam tafsir Al-Muyassar. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
104211053.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Rûh adalah salah satu makhluk Allah yang tidak kasat mata. Banyak sekali rahasia-rahasia rûh yang harus dijelaskan secara rasional, agar manusia yang badannya dialiri oleh spirit rûh bisa mengetahui apa sebenarnya rûh itu. Di dalam Al-Qur’an sudah termaktub bahwa Allah memberi pengetahuan kepada manusia tentang rûh hanya sedikit saja, yaitu pada surat Al-Isra’: 85. Akan tetapi di dalam Al-Qur’an masih banyak ayat-ayat yang di dalamnya memuat kata rûh. Hal ini berarti eksistensi dan pengetahuan ruh masih bisa digali lagi. Penelitian yang dilakukan peneliti ini mengangkat judul Konsep Ruh Menurut ‘Aidh Al-Qarni dalam Tafsir Al-Muyassar. Al-Qarni adalah salah satu ulama’ besar di Arab Saudi yang dianggap produktif dan progressif yang sampai saat ini masih hidup. Peneliti ingin mengetahui apakah Al-Qarni mempunyai progress konsep tentang rûh yang selama ini pembahasannya dianggap stagnan. Penelitian ini menerapkan library research, artinya penelitian yang dilakukan ini adalah berbasis pada literatur. Data primer sekaligus dijadikan objek pada penelitian ini adalah tafsir Al-Muyassar karya ‘Aidh Al-Qarni. Ground Theory yang digunakan adalah tafsir ijmali, karena objek yang digunakan merupakan praktik dari tafsir ijmali. Kemudian semua ayat yang ada kata rûh di dalamnya dikumpulkan, kemudian dianalisis. Data-data yang telah dikumpulkan tersebut kemudian dianalisa dengan analisis deskriptif. Artinya memberikan deskriptif analisa terhadap obyek penelitian, dari data yang berhasil dikumpulkan untuk kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti dalam meneliti ayat-ayat ruh dalam tafsir Muyassar adalah rûh mempunyai banyak makna di dalam Al-Qur’an. Makna rûh menurut Al-Qarni diantaranya adalah rûh sebagai penggerak badan manusia, rûh dengan makna malaikat Jibril, dan rûh dengan arti wahyu Allah. Secara keseluruhan, pemaknaan rûh menurut ‘Aidh Al-Qarni tidak berbeda dengan para ulama’ salaf. Hakikat rûh berbeda dengan jiwa (nafsun). Ruh adalah penggerak positif yang mendorong manusia untuk sampai kepada Allah. Sedangkan Nafsun sifatnya fifty-fifty, kemungkinan bisa baik dan kemungkinan mendorong kepada hal yang buruk. Ini adalah hal yang bisa meningkatkan derajad sekaligus bisa menurunkan derajad manusia. Berbeda dengan rûh, tanpa rûh manusia tidak akan hidup. Peneliti berharap penelitian ini memberikan kontribusi bagi kahazanah keilmuan, khususnya dalam pemahaman rûh. Memahami rûh dengan pemahaman yang benar akan menghantarkan pada kuatnya iman kepada Allah swt.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Ruh; Tafsir Al-Qur'an
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.22 Humankind
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Additional Information: Pembimbing: Moh. Nor Ichwan, M. Ag.; Dr. Hasyim Muhammad, M. Ag.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 28 Sep 2016 08:34
Last Modified: 28 Sep 2016 08:34
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5829

Actions (login required)

View Item View Item