Studi analisis hadis-hadis dalam Tafsir Marah Labid karya Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi (surat ad-Dhuha sampai an-Nas)

Aziz, Ahmad Muhaeminul (2016) Studi analisis hadis-hadis dalam Tafsir Marah Labid karya Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi (surat ad-Dhuha sampai an-Nas). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
104211058.pdf - Accepted Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Hadis yang diyakini sebagai ucapan, perbuatan, ketetapan (taqrir) dan hal ihwal Nabi Muhammad SAW merupakan sumber ajaran kedua setelah al Qur'an. Ditinjau dari segi periwayatannya, hadis Nabi berbeda dengan al-Qur'an. Semua periwayatan ayat ayat al Qur'an berlangsung secara mutawatir, sedangkan hadis Nabi diriwayatkan sebagiannya secara mutawatir dan sebagian lainnya diriwayatkan secara ahad. Dalam menafsirkan al-Qur’an, banyak ulama menggunakan metode bil ma’tsur atau menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an dengan ayat al-Qur’an yang lainnya, ayat al-Qur’an dengan hadis nabi, dan ayat al-Qur’an dengan ijma’ sahabat dan ulama’. Syaikh Nawawi tidak luput dengan penafsiran metode diatas, akan tetapi dalam menafsirkan al-Qur’an dengan hadis, Syaikh Nawawi terkadang menggunakan hadis-hadis yang belum jelas tentang keorisinilannya sehingga membuat pembaca ragu seperti hanya menyebutkan matannya saja. Karena Tafsir Marah Labid karya Syaikh Nawawi ini masih dikaji di pondok pesantren di Indonesia khusunya didaerah Banten. Hal ini yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian. Akan tetapi penulis memilih kajiannya dari surat ad-Dhuha sampai an-Nas saja, karena surat ad-Dhuha sampai an-Nas sering dibaca dalam shalat dan banyak orang yang hafal. Adapun yang menjadi pokok masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kualitas hadis-hadis yang terdapat dalam tafsir Marah Labid dari surat ad-Dhuha sampai an-Nas? Dalam penelitian ini bersifat kualitatif berdasarkan kajian kepustakaan (Library Research), sedangkan dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode dokumentasi, yaitu mencari data yang berupa catatan, transkip, buku dan sebagainya. Untuk metode analisis data penulis menggunakan metode takhrij hadis, yaitu penelusuran atau pencarian hadis-hadis pada berbagai kitab sebagai sumber asli dari hadis yang bersangkutan dengan judul. Dan metode deskriptif, yaitu menggambarkan data yang telah terkumpul secara utuh, kemudian menganalisisnya untuk mendapatkan hasil yang dituju dari penelitian ini, yakni mengetahui kualitas sanad dan matan hadis dalam kitab tafsir Marah Labid. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas sanad ada yang berkualitas sahih dan ada juga yang berkualitas da’if. Akan tetapi kualitas sanad yg da’if bisa menjadi hasan karena diangkat kualitasnya oleh riwayat yang lain. Seperti Hadis ketujuh, sanad dari riwayat Ahmad bin Hanbal melalui jalur Abu Mu‘awiyah dan Ya‘la berkualitas sahih, sedangkan sanad dari riwayat Abu dawud, al-Nasa’i dan Ahmad bin Hanbal melalui jalur Ishaq dan Yahya bin Sa‘id berkualitas da‘if dan Hadis kedelapan, sanad dari riwayat Ibnu Majah melalui jalur Hisyam bin ‘Ammar berkualitas sahih, sedangkan sanad dari riwayat Ahmad bin Hanbal jalur Nasr bin Bab dan Ibnu Majah jalur Muhammad bin Yahya dan Yahya bin Hakim berkualitas da‘if. Sedangkan seluruh matan berkualitas sahih.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Additional Information: Pembimbing: Dr. Ahmad Musyafiq, M. Ag.; H. Mokh. Sya’roni, M. Ag.
Uncontrolled Keywords: Sanad; Hadis Sahih; Hadis Hasan; Hadis Da’if; Tafsir al-Qur'an
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.125 Hadits > 297.1252 Dirayah Science of Authenticity of Hadith
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 28 Sep 2016 08:36
Last Modified: 28 Sep 2016 08:36
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5830

Actions (login required)

View Item View Item