Penafsiran Sayid Quthub terhadap surah Al-Kafirun dalam Dzilalil Al-Qur'an

Kholis, Nur (2016) Penafsiran Sayid Quthub terhadap surah Al-Kafirun dalam Dzilalil Al-Qur'an. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
114211035.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini mengkaji surah al-Kafirun dalam Fi Dzilalil al-Qur’an dengan judul; “Penafsiran Sayid Quthub Terhadap Surah al-Kafirun dalam Fi Dzilalil al-Qur’an”. Oleh Sebab itu, pokok permasalah dari penelitian ini adalah: (1) Bagaimana penafsiran surah al-Kafirun menurut Sayid Quthub dalam Fi Dzilalil al-Qur’an? (2) Bagaimana implementasi penafsiran surah al-Kafirun dalam Fi Dzilalil al-Qur’an dalam konteks pluralitas kehidupan antarumat beragama di Indonesia? Berdasarkan data yang digunakan penelitian ini, maka sumber datanya terdiri dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Dari sumber data primer adalah tafsir Fi Dzilalil al-Qur’an dan sumber data sekunder adalah kitab-kitab tafsir lain, seperti kitab tafsir al-Maraghi, Tafsir al-Azhar, tafsir al-Qur’an al-‘Adzim, tafsir al-Qur’an al-Madjid (an-Nur), dan tafsir Juz ‘Amma, serta buku-buku, majalah, dan sumber-sumber lain yang memiliki kesesuaian dengan penelitian. Untuk itu penyelesainnya metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode discriptive analisys dan content analisys. Selain itu juga dipergunakan dengan pendekatan filosofis. Hasil penelitian yang diperoleh dari penafsiran Sayid Quthub terhadap surah al-Kafirun adalah: (1) tafsir ini tidak mengajak umat Islam melakukan kekerasan, karena Islam mengajak ke arah kehidupan yang harmonis dengan dilandasi adanya bentuk hubungan antar Khalik dengan makhluk-Nya, hubungan antar sesama mahluk dengan alam semesta dan kehidupan; hubungan manusia dengan dirinya, antara individu dan masyarakat, antara individu dan negara, antar seluruh umat manusia, dan antara generasi yang satu dengan generasi yang lainnya. Semua itu dikembalikan kepada konsep menyeluruh yang terpadu; terpadu dalam seluruh garis-garis, dalam cabang-cabang dan perincianya, yang disebut sebagai “Konsep Islam” (2) dianjurkan kepada para pendakwah Islam untuk melakukan pemutusan secara baik-baik dalam akidah dengan sikap yang tegas. Hal ini disebabkan sebagian umat Islam sangat mudah dipengaruhi oleh ideologi-ideologi baru (zionisme dan salibisme-imperialis) yang pada masa itu tengah masif di kalangan umat Islam, sehingga dikhawatirkan akan merusak akidah umat Islam ke depannya (3) memberi pengajaran terhadap nilai-nilai toleransi antarumat agama (4) mengarahkan umat Islam dalam memperkuat kembali akan nilai-nilai keimanan dan ketauhidan yang didasarkan pada semangat keislaman.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Tafsir Al-Qur'an; Kafir
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1229 Individual Suras and Groups of Suras
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Additional Information: Pembimbing: Muhtarom, M. Ag.; Moh. Masrur, M. Ag.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 30 Sep 2016 03:23
Last Modified: 30 Sep 2016 03:23
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5840

Actions (login required)

View Item View Item