Orang-orang Badui dalam Al-Qur’an (studi tematik)

Firmansyah, Gigih (2016) Orang-orang Badui dalam Al-Qur’an (studi tematik). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
COVER.pdf - Accepted Version

Download (910kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf - Accepted Version

Download (412kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf - Accepted Version

Download (391kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf - Accepted Version

Download (450kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf - Accepted Version

Download (564kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf - Accepted Version

Download (163kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography

Download (229kB) | Preview

Abstract

Al-Quran turun tidak semata-mata terlepas dari ruang dan waktu. Al-Qur’an turun dalam suatu kondisi sosial masyarakat tertentu dan waktu tertentu. Untuk itu, melihat konteks pada waktu al-Quran turun, sangatlah penting agar dapat ditarik pemahaman yang lebih kompleks. Termasuk dalam hal ini adalah ayat-ayat membicarakan mengenai orang-orang Badui (al-a’rāb). Dalam menjelaskan mengenai karakter orang-orang Badui yang disebutkan oleh al-Qur’an, peneliti menggunakan metode maudlu’i, yakni dengan cara menghimpun ayat-ayat al-Qur'an yang memiliki maksud yang sama dan membahas satu topik masalah kemudian menganalisanya dari berbagai aspek. Sehingga, sumber utama (primer) yang penulis pakai dalam penelitian ini adalah al-Qur’an, dan sumber data skuundernya adalah kitab-kitab tafsir, buku-buku yang berkaitan, dan lain-lain. Sedangkan analisis yang penulis gunakan adalah analisis deskriptif. Kata al-a’rāb atau yang bermakna orang-orang Badui, secara langsung disebutkan oleh al-Qur’an sebanyak sepuluh kali, ditambah lagi ada dua ayat –meski tidak menyebut al-a’rāb - juga menjelaskan/merujuk kepada orang-orang badui. Jadi ada dua belas ayat yang menjelaskan tentang orang-orang Badui. Dalam menjelaskan mengenai karakter orang-orang Badui, al-Qur’an menyebutkan bahwa mereka suka mencari alasan, keras kekafiran dan kemunafikanya, pandai menyembunyikan kemunafikannya, lebih mencintai dirinya sendiri daripada Rasul, dan berkata tidak sesuai dengan apa yang ada di harinya. Meski demikian, tidak semua orang-orang Badui begitu, ada pula golongan yang keimanannya dipuji oleh Allah swt. Hal demikian itu karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan karakternya. Yaitu meliputi kondisi geografis, kondisi sosial, dan pola pendidikan. Ketiga hal inilah yang turut membentuk karakter orang-orang Badui sebagaimana disebut.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Additional Information: Pembimbing: Dr. H. Imam Taufiq, M. Ag.; Dr. H. Muh. In’amuzzahidin, M. Ag.
Uncontrolled Keywords: Suku Badui; Karakter; Tafsir Al-Qur'an
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1229 Individual Suras and Groups of Suras
300 Social sciences > 305 Social groups
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 30 Sep 2016 03:59
Last Modified: 30 Sep 2016 03:59
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5845

Actions (login required)

View Item View Item