Persepsi diri pekerja pemandu karaoke dalam perspektif psikoterapi (studi kasus di Salsa Karaoke Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal)

Rohmawati, Oktaviani Ika (2016) Persepsi diri pekerja pemandu karaoke dalam perspektif psikoterapi (studi kasus di Salsa Karaoke Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
114411034.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Kebutuhan penyegaran pikiran bagi masyarakat telah menciptakan berbagai macam bisnis berbasis hiburan. Ruang karaoke merupakan salah satu jenis dari bisnis hiburan yang saat ini sedang marak. Pandangan masyarakat terhadap pekerja karaoke, khususnya pemandu karaoke (PK) sedikit berbeda dan cenderung negatif. Hal ini karena realitas kerja yang dijalani oleh pemandu karaoke berbeda dengan prosedur kerja yang seharusnya dijalani. Keadaan inilah yang diterima dan diketahui oleh masyarakat sehingga menimbulkan pandangan negatif masyarakat terhadap pemandu karaoke. Sebagai seorang manusia, pemandu karaoke tentu memiliki pandangan tentang diri mereka sendiri. Pandangan tentang diri atau juga dikenal dengan istilah persepsi diri merupakan cara seseorang memandang diri mereka sendiri yang berkaitan dengan penilaian tentang diri serta tentang pengalaman akan situasi tertentu atu psikoterpi, maka dalam penulisan ini diberi judul “Persepsi Pekerja Pemandu Karouke Dalam Perspektif Psikoterapi” dengan metodelogi penelitian lapangan ini langsung dapat mengetahui persepsi yang dapat membentuk pekerja karouke ini dalam pandangan psikoterapi. Setalah melakukan penelitian lapangan dan data yang diperoleh dari karaoke di Salsa Karaoke Di Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal diperoleh kesimpulan bahwa persepsi diri pekerja pemandu karaoke di Salsa Karaoke lebih mayoritas tidak mempedulikan superego dalam memenuhi id atau desakan naluri dalam diri subyek. Dari 10 subyek penelitian, hanya 3 subyek yang sering menggunakan superego sedangkan 5 subyek sangat jarang menggunakan superego serta 2 subyek tidak pernah menggunakan superego. Kelompok yang tidak pernah menggunakan superego lebih berorientasi pada pemenuhan materi harta benda tanpa batas sedangkan kelompok yang jarang menggunakan superego lebih memiliki batasan harta benda yang ingin dicapai. Kelompok yang sering menggunakan superego lebih realistis dengan tidak berorientasi pada target ekonomi dalam jumlah besar namun yang penting dapat memenuhi kebutuhannya. Kelompok ini kadang tidak menggunakan superego manakala terdesak oleh kebutuhan yang mendadak dan mendesak. Dalam tinjauan psikoterapi persepsi diri yang berdampak pada perilaku pekerja pemandu karaoke dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompo. Pertama adalah kelompok yang tidak pernah menggunakan superego; kelompok kedua adalah kelompok yang jarang menggunakan superego; dan kelompok ketiga adalah kelompok yang sering menggunakan superego. Pada kelompok pertama tujuan terapi lebih ditujukan pada aspek pembangunan pemahaman keislaman untuk menciptakan kembali keimanan yang sempat hilang; pada kelompok kedua cenderung bertujuan untuk meningkatkan kualitas qanaah; sedangkan pada kelompok ketiga bertujuan untuk meningkatkan kualitas keimanan dalam menghadapi situasi-situasi sulit yang kadang membuat kualitas keimanan menjadi menurun.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Persepsi diri; Pemandu karaoke; Psikoterapi
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 150 Psychology > 158 Applied psychology
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tasawuf dan Psikoterapi
Additional Information: Pembimbing: Dr. H. Sulaiman, M. Ag.; Bahroon Ansori, M. Ag.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 01 Oct 2016 02:00
Last Modified: 01 Oct 2016 02:00
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5854

Actions (login required)

View Item View Item