Analisis semantik kata majnūn dalam tafsir Departemen Agama RI

Ni’mah, Khoirun (2016) Analisis semantik kata majnūn dalam tafsir Departemen Agama RI. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
124211054.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Skripsi dengan judul ANALISIS SEMANTIK KATA MAJNŪN DALAM TAFSIR DEPARTEMEN AGAMA, mencoba mengungkap makna lafadz majnūn yang terdapat dalam al-Qur’an dengan pisau analisis semantik. Selain sebagai syarat untuk memperoleh gelar kesarjanaan, skripsi ini juga mengembangkan keilmuan islam untuk memperoleh pemahaman keislaman yang sempurna. Dengan penelitian ini, dapat diketahui bahwa majnūn tidak hanya bermakna gila sebagaimana yang terdapat dalam al-Qur’an terjemah. Bahkan jika hanya bermakna gila, dapat menimbulkan kekeliruan pemahaman. Semantik adalah sebuah istilah yang digunakan dalam bidang linguistik yang mempelajari hubungan antara tanda-tanda linguistik dengan hal-hal yang ditandainya. Dapat pula diartikan dengan bidang studi dalam linguistik yang mempelajari makna atau arti dalam bahasa. Pendekatan semantik dalam skripsi ini membagi majnūn dalam dua makna yang akan penulis paparkan di bawah ini. Penelitian yang penulis lakukan ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research), yaitu kegiatan riset yang membatasi kegiatan penelitian pada bahan-bahan koleksi kepustakaan. Analisis deskriptif menjadi metode dalam skripsi ini. Sebelas ayat yang di dalamnya terdapat lafadz majnūn, terbagi atas dua konteks. Konteks nabi Muhammad SAW. dan para rasul sebelum beliau. Ayat-ayat yang konteksnya ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW. diantaranya adalah QS. al-Hijr: 6, QS. ash-Shaffat: 36, QS. Ath-thur: 29. QS. ad-Dukhon: 14, QS. al-Qalam: 2, QS. Al-Qalam: 51, Qs. Adz-Dzariyat : 52, QS. at-Takwir: 22. Dalam konteks Nabi Musa as. terdapat dalam QS. Adz-Dzariyat: 59, dan Qs. Asy-Syu’ara: 27. Sedangkan tentang nabi Nuh as terdapat dalam QS. Al-Qamar: 9. Berdasarkan analisis semantis, majnūn memiliki dua makna. Dalam konteks Nabi Muhammad yang masyarakatnya adalah pemuja sastra, majnūn bermakna kesurupan jin. Masyarakat Arab Pra-Islam memiliki keyakinan pada makhluk-makhluk supranatural seperti jin, dewa, dan lain-lain. Para penyair sebagai ahli sastra pada masa itu adalah kalangan elit yang dihormati, karena mereka adalah kalangan terpilih yang dirasuki jin sehingga dapat melantunkan syair. Nabi Muhammad saw. dan para penyair yang mengaku menerima wahyu tidak akan lagi terhormat meskipun syair mereka sangat bagus. Sedangkan dalam konteks para rasul selain Nabi Muhammad saw., majnūn bermakna mengeluarkan kata-kata yang tidak dapat dipahami. Sebab, para rasul menyampaikan ajaran-ajaran ketauhidan, berita-berita hari akhir, dan juga balasan-balasan amal perbuatan manusia, yang sebelumnya tidak pernah ada dalam pemikiran umatnya. Secara semantik pula, majnūn mengalami perubahan pandangan. Pada masa masyarakat Arab, majnūn dipandang sebagai orang yang dihormati. Pada masa para Nabi dan Rasul, majnūn merupakan sebuah ejekan dan bermakna negatif. Dalam penafsiran Indonesia, kata yang mewakili kondisi pada saat itu adalah gila. Pemaknaan kata ini, kemudian akan mengubah pandangan pembacanya. Majnūn (gila) dalam pandangan orang Arab adalah orang yang terhormat. Sedangkan masyarakat Indonesia akan memandang gila sebagai kondisi yang tidak terhormat. Maka, pemaknaan kata majnūn dalam terjemah maupun tafsir, seharusnya mengungkapkan makna lainnya agar tidak menyebabkan kesalahpahaman.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Semantik; Majnun; Tafsir Al-Qur'an Departemen Agama
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Additional Information: Pembimbing: Dr. Zuhad, MA.; Mundhir, M. Ag.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 03 Oct 2016 00:26
Last Modified: 03 Oct 2016 00:26
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5865

Actions (login required)

View Item View Item