Reinterpretasi Teori Batas Shahrur terhadap Ketetapan Iddah Perempuan yang Dicerai

Fatmawati, Putri Rahmi (2013) Reinterpretasi Teori Batas Shahrur terhadap Ketetapan Iddah Perempuan yang Dicerai. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
082111032_coverdll.pdf - Supplemental Material

Download (381kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111032_bab1.pdf - Accepted Version

Download (145kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111032_bab2.pdf - Accepted Version

Download (203kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111032_bab3.pdf - Accepted Version

Download (217kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111032_bab4.pdf - Accepted Version

Download (220kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111032_bab5.pdf - Accepted Version

Download (14kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082111032_bibliografi.pdf - Bibliography

Download (16kB) | Preview

Abstract

Tujuan disyariatkanya perkawinan dalam Islam adalah untuk membina keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah. Namun dalam kenyataanya dalam perjalanan rumah tangga sering terjadi peselisihan yang pada akhirnya menimbulkan perceraian. Perceraian dinilai menjadi solusi terakhir dalam menyelesaikan ketidakcocokan antara suami istri. Bagi perempuan yang dicerai suaminya maka wajib baginya iddah atau masa menunggu bagi istri untuk mengambil keputusan menikah lagi setelah bercerai. Ketentuan tentang iddah bagi perempuan yang masih haidh dicerai suaminya adalah 3 kali suci (quru’) diatur dalam surat al-Baqoroh ayat 228. Ayat tentang iddah merupakan ayat muhkamat karena berisi tentang hukum iddah. Pensyari’atan iddah dalam fiqih memiliki tujuan salah satunya adalah untuk mengetahui isi janin perempuan yang dicerai dalam kondisi hamil atau tidak. Seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi tidak bisa dipungkiri. Keberadaan dan kecanggihan alat medis dapat mempermudah deteksi keaktifan janin perempuan. Dalam pemikiran Shahrur, segala ayat muhkamat bersifat hududi, sehingga ayat muhkamat memiliki batas. Penafsiran ayat muhkamat berkembang sesuai dengan kondisi kehidupan manusia asalkan batasannya tidak menyalahi hudud Allah, Teori batas (Nazoriyyat al-Hudud) Shahrur dalam aplikasinya belum memberikan batasan terhadap iddah perempuan yang dicerai 3 kali suci (quru’). Adapaun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketentuan iddah bagi perempuan yang dicerai 3 kali suci (quru’) dalam aturan Fiqh dan untuk mengetahui reinterpretasi teori batas Shahrur terhadap ayat muhkamat tentang iddah perempuan yang dicerai dalam surat al-Baqoroh ayat 228. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif analitik dengan metode analisa normative and sociology approaching. Jadi penyusun menganalis sumber data primer berupa buku fiqih yang memuat tentang aturan iddah dan karya Shahrur diantaranya al-Kitab wa al-Qur’an Qiro’ah Mu’ashiroh dan Nahwu Ushul Jadidah Li al-Fiqh al-Islami, untuk mengetahui metodologi pemikiran Shahrur tentang teori batasnya dan selanjutnya digunakan untuk melakukan reinterpretasi teori batas Shahrur dalam pembacaannya terhadap ayat iddah perempuan yang dicerai. Hasil penelitian bahwa ayat tentang iddah perempuan yang dicerai diaplikasikan menggunakan teori batas Shahrur tidak mengalami perubahan. Ayat tentang iddah berada pada posisi batas maksimal. Artinya, jika ruju’ menjadi solusi maka tidak akan ada perceraian dan melaksanakan kewajiban iddah. sebagaimana dalam aplikasi teori batas Shahrur terhadap pencuri, apabila memaafkan pencuri bisa diprioritaskan maka hukum potong tangan tidak dilaksanakan. Konsep ayat muhkamat Shahrur menemukan kerancuan definisi dan pemahaman. Menurutnya, ayat muhkamat bersifat hududi bukan ‘ayni namun pada kondisi tertentu, pemahaman tersebut berubah menjadi ayat muhkamat bersifat hududi dan ‘ayni. Ketidakkonsistenan Shahrur dalam memberikan definisi dan pemahaman, menghasilkan perangkat metodologi yang tidak utuh.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Teori Batas Sahrur; Iddah Wanita; Talak
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Depositing User: Mohammad Kharisun
Date Deposited: 05 Dec 2013 08:36
Last Modified: 06 Dec 2013 01:48
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/588

Actions (login required)

View Item View Item