Strategi penanganan pembiayaan bermasalah pada akad mudharabah (studi kasus di KSPPS Tamzis Bina Utama Cabang Batur Banjarnegara)

Prayitno, Seto Yudho (2016) Strategi penanganan pembiayaan bermasalah pada akad mudharabah (studi kasus di KSPPS Tamzis Bina Utama Cabang Batur Banjarnegara). Diploma thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
132503048.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Dalam dunia perbankan, jasa perkreditan merupakan salah satu produk yang penting dari suatu bank. Adanya kredit berarti ada pula kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pinjaman dana dari bank, guna membuka suatu usaha atau membeli barang-barang tertentu yang dibutuhkannya. Hal ini menimbulkan kesulitan dan keraguan bagi masyarakat terutama umat Islam, yang meragukan bahwa pengembalian pinjaman disertai bunga merupakan bunga (riba). Bagi masyarakat yang ingin memenuhi kebutuhannya baik untuk kebutuhan produktik maupun konsumtif, KSPPS TAMZIS menyediakan pembiayaan yang berprinsip bagi hasil (profit and loss sharing) yaitu mudharabah. yaitu kerjasama / bagi hasil yang dilakukan dua pihak yakni antara shahibul mal sebagai penyedia modal dan mudharib sebagai pengelola modal dengan memberikan sejumlah keuntungan yang telah disepakati bersama sesuai nisbah bagi hasil. Meskipun demikian, pembiayaan mudharabah yang telah dikelola dengan baik tersebut tetap saja tidak lepas dari pembiayaan bermasalah yang mengakibatkan penundaan dalam mengangsur kewajibannya. Penelitian pada KSPPS TAMZIS Bina Utama Cabang Batur Banjarnegara bertujuan untuk mengetahui prosedur terhadap pengajuan pembiayaan mudharabah yang ada di KSPPS TAMZIS, mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan pembiayaan mudharabah bermasalah dan mengetahui bagaimana penyelesain pembiayaan mudharabah bermasalah di KSPPS TAMZIS. Dalam penelitian ini digunakan metode pendekatan yuridis sosiologis (empiris) dengan spesisifikasi pembahasan yaitu analisis deskriptif dan teknik pengumpulan datanya menggunakan studi kepustakaan dan penelitian lapangan melalui wawancara, kemudian dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembiayaan mudharabah bermasalah disebabkan oleh debitur sendiri, seperti buruknya manajemen, kurangnya tenaga ahli dalam bidang perbankan syariah dan juga adanya penggandaan jabatan sehingga mengakibatkan tidak mampunya pihak debitur dalam membayar angsuran. Adapun upaya penyelesaian yang dilakukan untuk mengatasi pembiyaan mudharabah bermasalah tersebut adalah bahwa sebelum memberikan persetujuan aplikasi pembiayaan yang diajukan oleh calon nasabah atau debitur, melakukan proses seleksi analisis 5C yaitu character, capacity,capital, collateral and conditional dan apabila pembiayaan tersebut bermasalah, maka melakukan penyelamatan yakni melalui proses rescheduling, reconditoning dan restructuring. Melalui tahap penyelamatan rescheduling, Tetap berpedoman pada nilai-nilai Islam, sehingga diharapkan bahwa usaha pembiayaan yang dijalankannya tidak menyalahi ketentuan syariah Islam.

[error in script]
Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Pembiayaan bermasalah; Mudharabah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Perbankan Syariah (D3)
Additional Information: Pembimbing : Mochammad Nadzir, S.H.I., M.S.I.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 09 Jan 2017 02:48
Last Modified: 09 Jan 2017 02:48
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/6328

Actions (login required)

View Item View Item