Kaderisasi pengurus koperasi dalam perspektif manajemen dakwah (studi kasus koperasi mahasiswa “Walisongo” UIN Walisongo Semarang)

Ismawati, Ismawati (2016) Kaderisasi pengurus koperasi dalam perspektif manajemen dakwah (studi kasus koperasi mahasiswa “Walisongo” UIN Walisongo Semarang). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
COVER.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf - Accepted Version

Download (400kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf - Accepted Version

Download (300kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf - Accepted Version

Download (365kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf - Accepted Version

Download (164kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography

Download (175kB) | Preview
[img]
Preview
Text
LAMPIRAN.pdf - Supplemental Material

Download (1MB) | Preview

Abstract

Manusia adalah faktor utama kokohnya sebuah organisasi. Manusia memiliki dua nilai yaitu nilai yang bersifat bakat atau alamiah dan nilai bentukan. Nilai yang pertama adalah nilai yang dimiliki oleh setiap manusia dalam ciptaan biologisnya; berupa bakat menggunakan kecakapan, materi, dan waktu. Sedang nilai bentukan yang dapat menumbuhkan bakat dan kepribadiannya diperoleh dari lingkungan sosialnya. Untuk meningkatkan kepribadiannya dan menumbuhkan bakat-bakatnya diperlukan sebuah pembinaan dan pengkaderan yang intensif melalui sebuah organisasi. Salah satu dari bakat manusia adalah bakat sebagai seorang pemimpin. Mengingat manusia diciptakan ke dunia ini sebagai seorang pemimpin yang tentunya untuk menjadi seorang pemimpin berkualitas dalam suatu organisasi tidak akan terlepas dari proses pengkaderan. Pengkaderan yang dilakukan oleh suatu organisasi juga merupakan salah satu cara untuk mempertahankan fungsinya dalam berorganisasi. Koperasi mahasiswa “walisongo” merupakan sebuah organisasi yang menjalankan akivitas pengkaderan untuk calon seorang pemimpin. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang kaderisasi pengurus koperasi mahasiswa dalam perspektif manajemen dakwah. Yaitu dilihat dari proses perekrutan kader, pembinaan kader, dan tahapan-tahapan pendidikan kader. Dari latar belakang tersebut penulis tertarik mengangkat dua rumusan masalah sebagai berikut: 1) Tahapan kaderisasi pengurus koperasi mahasiswa “walisongo” UIN Walisongo Semarang. 2) kaderisasi pengurus koperasi mahasiswa “walisongo” UIN Walisongo Semarang dalam perspektif manajemen dakwah. Berdasarkan rumusan diatas tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui tahapan kaderisasi pengurus koperasi mahasiswa “walisongo” UIN Walisongo Semarang dan dalam perspektif manajemen dakwah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, selanjutnya dilakukan analisis data. Adapun analisis datanya menggunakan analisis deskriptif dan analisis induktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses kaderisasi koperasi mahasiswa “walisongo” UIN Walisongo Semarang. Hasil penelitian menunjukan bahwa; Pelaksanaan kaderisasi pengurus koperasi mahasiswa “walisongo” UIN walisongo di bagi menjadi beberapa tahapan diantaranya Pendidikan Anggota (PAg), Pendidikan Dasar Kader Koperasi (PDKK), Pendidikan Menengah Kader Koperasi (PMKK), dan Pendidikan Lanjut Kader Koperasi (PLKK). Kaderisasi pengurus koperasi mahasiswa “walisongo” tidak hanya berhenti pada empat tahapan diatas, kopma juga melakukan pendidikan khusus pendidikan yang mengarah pada pembinaan yang bersifat praktis untuk membekali kader dengan keahlian-keahlian tertentu untuk menggali bakat dan potensinya. kaderisasi pengurus dalam perspektif manajemen dakwah yaitu dengan menggunakan unsur-unsur dan fungsi-fungsi manajemen dakwah. Unsur-unsur manajemen dakwah diantaranya pertama; da’i dalam koperasi pemateri yang menyampaikan materi dalam pendidikan. Kedua; mad’u atau peserta pendidikan atau kader. Ketiga; maadatud dakwah atau materi yang disampaikan dalam kaderisasi pengurus. Keempat; washilatul dakwah atau media yang digunakan untuk menyampaikan materi. Kelima; thariqotu al dakwah atau metode yang digunakan dalam menyampaikan materi. Keenam; ghoyatu al dakwah tujuan dalam menyampaikan materi. Tujuan daripada kaderisasi yaitu untuk mencetak kader yang profesional supaya bisa meneruskan estafet kepemimpinan. Adapun Fungsi-fungsi manajemen dakwah terbagi menjadi empat tahapan yang tidak bisa dipisahkan yaitu yang pertama; perencanaan (takhtith), perencanaan disusun mulai dari penentuan tujuan, penyusunan program dan penganggaran (budgeting). Kedua; pengorganisasian (tanzim), pengorganisasian dilakukan dengan tujuan penataan setelah proses perencanaan dengan cara pembentukan panitia kegiatan dan pembagian Job description. Ketiga; penggerakkan, proses pengerakan mempunyai peranan yang sangat penting sebab diantara fungsi manajemen yang lain, fungsi penggerakan ini yang berhubungan langsung dengan manusia atau pelaksana. Keempat; pengawasan, pengawasan bertujuan untuk kemajuan kaderisasi koperasi mahasiswa “walisongo” UIN Walisongo Semarang.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Kaderisasi; Pengurus koperasi; Manajemen dakwah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.74 Dakwah
300 Social sciences > 330 Economics > 334 Cooperatives
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Manajemen Dakwah
Additional Information: Pembimbing: Dedy Susanto, S. Sos.I., M. Si.; Dr. Hj. Misbah Zulfa Elisabeth, M. Hum.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 16 Feb 2017 03:45
Last Modified: 16 Feb 2017 03:45
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/6441

Actions (login required)

View Item View Item