Analisis Fotometri Kontras Visibilitas Hilal terhadap Cahaya Syafaq

Sakirman, Sakirman (2012) Analisis Fotometri Kontras Visibilitas Hilal terhadap Cahaya Syafaq. Masters thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
Sakirman_Tesis_Sinopsis.pdf - Accepted Version

Download (565kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Sakirman_Tesis_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (158kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Sakirman_Tesis_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (20kB) | Preview

Abstract

Tesis ini mengkaji tentang fotometri hilal (bulan sabit) dengan menekankan kajian pada kontras cahaya visibilitas hilal (ketampakkan bulan sabit) terhadap cahaya syafaq (senja). Pemilihan kajian ini didasarkan pada kenyataan bahwa bulan merupakan fenomena fisis ekstraterestrial dan atmosferik yang sangat sulit untuk diamati dalam umur yang sangat muda, ketika intensitas cahaya syafaq lebih cerah dari cahaya hilal. Secara astronomis dapat diketahui bahwa posisi hilal sangat dekat dengan matahari. Munculnya hilal sangat singkat sesaat setelah matahari terbenam dan posisi hilal berdekatan waktunya dengan terbenamnya matahari, sehingga sering kali cahaya hilal kalah terang dibanding dengan cahaya syafaq. Hilal tidak memiliki sumber cahaya sendiri. Hilal hanya memantulkan cahaya matahari. Bagian hilal yang tersinari dan menghadap ke arah bumi tampak lebih terang sesaat setelah maghrib. Karena bulan bergerak mengelilingi bumi, dari hari ke hari tempatnya berpindah-pindah. Inilah yang menyebabkan perubahan bentuk-bentuk bulan, mulai dari bentuk sabit, setengah lingkaran, bulat sempurna, kemudian setengah lingkaran lagi, dan terakhir kembali ke bentuk sabit (bulan tua). Ketika matahari terbenam, cahayanya masih tetap terlihat sampai suatu kedudukan matahari berada sekitar 6 derajat di bawah horizon. Hal tersebut mengindikasikan bahwa cahaya syafaq sesaat setelah matahari terbenam masih sangat kuat yang memungkinkan mengalahkan cahaya hilal. Dalam keadaan normal bulan sabit sulit untuk diamati, karena kontrasnya cahayanya rendah, artinya cahaya hilal akan tenggelam dalam kemilaunya cahaya syafaq. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah, bagaimana memformulasikan kontras fotometri hilal dan kontras hilal -syafak yang memungkinkan agar hilal dapat terlihat. Pengukuran kuat cahaya (intensitas cahaya) hilal dan cahaya syafaq dilakukan dengan menggunakan kamera digital yang citranya diolah dengan software fotometri seperti IRIS 5.58. Dalam rangka menemukan jawaban dalam permasalahan tersebut, dalam penelitian ini penulis merumuskan dan menurunkan metodologi penelitian berupa penelitian lapangan (Field Research), dengan data-data yang dihimpun dari hasil pengamatan dan citra hilal hasil pengamatan internasional kemudian diolah dengan software fotometri serta dilengkapi dengan data kepustakaan yang dianggap mewakili (representatif) dan terkait (relevan) dengan objek kajian ini. Sumber data utama (primary sources) dalam penelitian ini foto hilāl dan syafaq hasil pengamatan. Disamping itu, digunakan juga sumber data pendukung (secondary sources) yakni data berupa literatur astronomi untuk menjawab dan menganalisa dalam penelitian ini. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa, hilal tidak mudah untuk diamati, ada batas kontras tertentu agar hilal dapat teramati. Akhirnya, dari rangkaian analisis yang penulis akan lakukan, tesis ini dimaksudkan untuk mengetahui secara objektif kuat intensitas cahaya hilal yang dapat teramati (visibilitas hilal) dalam kriteria penentuan awal bulan berdasarkan hasil observasi dan analisis, sehingga tesis ini dapat memberikan kontribusi dalam mengembangkan studi astronomi (falak), baik dalam ranah metodologis maupun ranah praktis, sehingga studi falak memiliki bangunan epistimologi keilmuan yang kuat seperti disiplin keilmuan yang lain. Setidaknya, tesis ini memberikan gambaran tentang model sebuah pendekatan integralistik-interdisipliner sebagai landasan akademik untuk lebih menekankan research dengan menajamkan hasil analisisnya. ABSTRACT This thesis examines photometry of the new moon (crescent) with emphasis on the contrast of light visibility studies hilal (crescent) to light syafaq (dusk). The selection of this study is based on the fact that the moon is extraterrestrial and atmospheric physical phenomena are very difficult to observe in a very young age, when the intensity of the light is brighter than the light syafaq and hilal. In astronomical new moon can be seen that the position is very close to the sun. The emergence of a very brief sighting of the moon shortly after sunset and moon position adjacent to the sunset time, so often times less bright than the moon light with light syafaq. Hilal does not have its own light source. Hilal only reflect sunlight. Part of the new moon is illuminated and facing toward the earth looks much brighter just after sunset. Because the moon moves around the earth, from day to day where to move. This can lead to changes in the forms of the month, starting from the crescent shape, semi-circular, perfectly round, then a half circle again, and finally back to form a crescent (month old). When the sun goes down, the light is still visible up to a position of the sun is about 60 below the horizon. This indicates that the light just after sunset syafaq still very strong that lets beat moon light. In normal circumstances it is difficult to observe the crescent moon, because of low contrast light, meaning light Hilal will be immersed in a light sheen syafaq. Based on the background of the issues above, which are at issue in this study is, how to formulate the photometric contrast and contrast the new moon, new moon to new moon syafak allowing visible. Robust measurement of light (light intensity) and the moon light syafaq performed using a digital camera with image processing software photometry such as IRIS. 5-58. In order to find answers to the problem, in this study the authors formulate and lowering of the research methodology of field research (Field Research), with data collected from observations and the international image of the new moon observations are then processed by the photometry software and equipped with a data library are considered to represent the (representative) and relevant (irrelevant) to the object of this study. The main data sources (primary sources) in this study and the new moon photo syafaq observations. In addition, the supporting data sources used as well (secondary sources) that form the data to answer the astronomical literature and analyzed in this study. The hypothesis in this study, the new moon is not easy to observe, there are certain limits in order to contrast the new moon can be observed. Finally, the author of a series of analyzes to be done, the thesis was to determine objectively stronger light intensity can be observed that the new moon (hilal visibility) in the early months of the determination criteria based on the observation and analysis, so that this thesis can contribute in developing the study of astronomy (celestial sphere), both in the realm of methodological and practical sphere, so the study of astronomy has deals with the means of building a strong science like other scientific disciplines. At least, this thesis provides an overview of models of an integrative-interdisciplinary approach as a basis for greater emphasis on academic research to sharpen the results of the analysis.

[error in script]
Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Visibilitas Hilal; Fotometri; Cahaya Syafaq; New Moon Visibility; Photometry; Syafaq Light
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 520 Astronomy and allied sciences > 522 Techniques, equipment, materials
Divisions: Program Pascasarjana > Program Master (S2)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 18 Sep 2013 03:01
Last Modified: 18 Sep 2013 03:01
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/67

Actions (login required)

View Item View Item