Analisis pendapat Al-Imam Al-Nawawi tentang iddah wanita hamil karena zina

Rofiq, Aynur (2016) Analisis pendapat Al-Imam Al-Nawawi tentang iddah wanita hamil karena zina. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
COVER.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf - Accepted Version

Download (614kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf - Accepted Version

Download (581kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf - Accepted Version

Download (310kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf - Accepted Version

Download (469kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf - Accepted Version

Download (202kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography

Download (144kB) | Preview
[img]
Preview
Text
RIWAYAT HIDUP.pdf - Supplemental Material

Download (104kB) | Preview

Abstract

Imam al-Nawawi dalam kitabnya Al-Majmu’ Syarh Al-Muhazzab mengatakan bahwa apabila wanita telah berzina maka tidak wajib atasnya iddah baik dalam keadaan tidak hamil ataupun hamil. Apabila wanita tersebut tidak hamil, maka laki-laki yang menghamilinya atau laki-laki lain boleh menikahinya, namun apabila hamil maka makruh hukumnya menikahi wanita tersebut sebelum melahirkan. Sementara dalam pasal 53 KHI tidak mengatur secara eksplisit mengenai hal ini. Pendapat yang senada juga dinyatakan oleh ulama’ Hanafiyah akan tetapi ia menyatakan tidak boleh disetubuhi sampai ia melahirkan. Sedangkan ulama’ Malikiyah dan Hanabilah mengatakan bahwa wanita yang hamil karena zina apabila ingin menikah maka wajib iddah dan Hanabilah menambahkan satu syarat yaitu harus bertaubat terlebih dahulu. Berdasarkan pemaparan diatas, pokok masalah yang diangkat dalam skripsi ini adalah Bagaimana Pendapat Al-Imam Al-Nawawi Tentang Iddah Wanita Hamil Karena Zina? Serta Bagaimana istinbat hukum Al-Imam Al-Nawawi Tentang Iddah Wanita Hamil Karena Zina? Untuk menjawab permasalahan diatas, perlu dilakukan upaya penelitian, Tipe penelitian dalam penulisan skripsi ini bersifat deskriptik-analitik dengan metode Pendekatan yuridis-normatif. Sumber data penelitian meliputi bahan hukum primer yaitu kitab karya al-Imam al-Nawawi al-Majmu’ Syarh al-Muhazzab. Sedangkan bahan hukum sekundernya adalah kitab-kitab fiqh karya ulama’ mazhab, diantaranya kitab karangan ulama’ Syafi’iyyah, Malikiyah, Hanafiyah dan Hanabilah. Dalam menggali bahan hukum, penulis menggunakan metode pengumpulan Studi dokumen (library research). Data-data yang telah terkumpul disusun, ditelaah kemudian dianalisis dengan menggunakan penalaran induktif, dan kajian perbandingan. Berdasarkan hasil analisis, penulis tidak sependapat dengan pendapat Imam al-Nawawi tetapi sependapat dengan ulama’ Hanabilah bahwa wanita pezina baik dalam keadaan hamil maupun tidak hamil apabila ingin menikah baik dengan pria yang menghamili maupun laki-laki lain tetap harus iddah, yaitu sampai ia melahirkan serta ia harus bertaubat tidak akan mengulangi perzinaan lagi. Hal ini dilakukan agar memberikan efek jera kepada pelaku perzinaan. Ketika tidak ada iddah bagi wanita pezina maka hal ini justru dimanfaatkan oleh kaum yang lemah yang dikuasai hawa nafsu dengan mudahnya melakukan pernikahan untuk menutupi aib keluarga wanita pezina tersebut dalam waktu tertentu. Dalam menyatakan pendapatnya, imam al-Nawawi beristinbat hukum dengan menggunakan hujjah al-Qur’an surat al-Nisa ayat 24, hadis riwayat siti Aisyah ra dan ijma’. Ayat tersebut tetap pada keumumannya, mencakup wanita yang suci dan yang berzina. Penulis sependapat apabila iddah wanita hamil karena zina dianalogikan (diqiaskan) dengan wanita hamil yang dicerai atau yang ditinggal mati yaitu sampai melahirkan, dengan illat hukum (alasan) kandungan. Hal ini untuk mencegah dan melindungi seseorang yang benar-benar tidak melakukan perzinaan agar tidak menikah dengan seorang pezina.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Masa iddah; Zina; Wanita hamil
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Additional Information: Pembimbing: Drs. H. A. Ghozali, M. Si.; Muhammad Shoim, S. Ag., MH.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 20 Apr 2017 01:22
Last Modified: 20 Apr 2017 01:22
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/6719

Actions (login required)

View Item View Item