Naqd ṣaḥīḥ maṣādir al-aḥādīṡ fī kitāb al-Farā'id al-Saniyyah wa al-Durar al-Bahiyyah li Syaikh al-Ḥājj Sya`rānī Aḥmadī al-Qudusī wa bayān al-istidlāl bihā

Isnan, Farid (2015) Naqd ṣaḥīḥ maṣādir al-aḥādīṡ fī kitāb al-Farā'id al-Saniyyah wa al-Durar al-Bahiyyah li Syaikh al-Ḥājj Sya`rānī Aḥmadī al-Qudusī wa bayān al-istidlāl bihā. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
104211021_Cover.pdf - Cover Image

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
104211021_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
104211021_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
104211021_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
104211021_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (14MB) | Preview
[img]
Preview
Text
104211021_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (271kB) | Preview
[img]
Preview
Text
104211021_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (1MB) | Preview

Abstract

قد صنف بعض العلماء الكتاب الذي أسس وأسند الى الحديث النبوي, وهو أحد المصدرين الأساسيين في الاسلام. منهم الشيخ الحاج شعراني أحمدي الذي ألف كتاب الفرائد السنية والدرر البهية. فيه بيان الدليل عن الأعمال التي فعلها كثير من المسلمين مع أنها قد اختلفت في صحتها. والحديث النبوي جعل دليلا في هذا الكتاب كثيرا, مع أنه ظني الورود. وهذا يسبب كون الحديث صحيحا أو حسنا أو ضعيفا، بل زادت المسئلة اذا كان ذكر الحديث بدون الراوي أو المصدر. هذا يحتاج الى البحث ليكون جعل الحديث دليلا محققا في الولاية العلمية. ولأن هذا الكتاب جعل الحديث دليلا للأعمال المختلف فيها، بيان الإستدلال ممن فعلها ومن أنكرها مهم أيضا. إنطلاقا مما ذكر جعل الباحث يبحث بعض الأحاديث المذكورة فى كتاب الفرائد السنية والدرر البهية عن ناحية مصادرها. ويليها بيان درجات تلك الأحاديث والبحث عن الاستدلال للأعمال التي تأسست بها. والعملية في هذا البحث بالدراسة المكتبية بالطريقة النوعية والطريقة التصويرية التحليلية يعني بطريقة تحليل المحتويات والبيانات. وموضوعه بعض الأحاديث في ذلك الكتاب. وهو يدور في تعظيم مولد النبي عليه الصلاة والسلام والتوسل والتلقين وزيارة القبور والقنوت. فبعد أن بحث الباحث عن ثمانية وعشرين حديثا من مائة وأربع وثلاثين حديثا في هذا الكتاب ينتج أن إحدي عشرة منها مصدرها ليس بصحيح, والباقي صحيح المصدر. وأما البحث عن الاستدلال عن تلك الأعمال التي تأسست بها ممن فعلها ومن أنكرها ينتج أن سبب إختلافهما ينطلق من اختلاف وجهة نظرهما عن تلك الأعمال وفهم الحديث عنها مع اختلافهما عن النص الذي جعل دليلا لها. إذن كان هذا البحث من ناحية نقد المصدر يعرف ما يصح جعله دليلا لأنه يعرف مصدره الأصلي، لا سيما تذكر درجة تلك الأحاديث أيضا. أما من ناحية الاستدلال فهذا البحث يعرف سبب الإختلاف عن تلك الأعمال ممن فعلها ومن أنكرها حتى يستطاع متبادل الإحترام بينهما ليحرز إتحاد الأمة. ABSTRAKSI: Dalam struktur keilmuan Islam Hadits adalah salah satu komponen penting. Dia adalah salah satu dasar utama selain Al-Qur’an dalam menentukan hukum Islam. Maka tidak heran jika banyak ulama mengarang kitab yang dasarnya disandarkan pada Hadits. Salah satunya adalah KH, Sya’roni Ahmadi yang telah menyusun kitab Alfaroid Assaniyyah wa Adduroru Albahiyah. Kitab ini menerangkan dasar-dasar amaliyah yang diperselisihkan namun banyak dilakukan oleh umat Islam. Dalam kitab ini, Hadits memiliki porsi yang besar dalam kaitannya sebagai dasar terhadap amaliyah tersebut, padahal Hadits adalah dzonniyul wurud yang keabsahannya masih dipertanyakan. Apalagi jika Hadits tersebut disebutkan tanpa rowi dan sumber, maka permasalahannya tidak hanya soal keabsahan wurud, namun juga menyangkut validitas matan dan referensi dalam kitab induk. Oleh karena itu, perlu penelitian lebih lanjut agar keberadaan Hadits yang dijadikan dasar sebuah amaliyah menjadi sah dalam domain ilmu pengetahuan. Disamping itu, karena kitab ini membahas amaliyah yang masih diperselisihkan, istidlal dari kelompok yang melakukan amailiyah tersebut dan yang menentangnya menjadi penting untuk dijelaskan juga. Berangkat dari hal tersebut, penulis menjadikan sebagian Hadits dalam kitab Alfaroid Assaniyyah wa Adduroru Albahiyah sebagai obyek penelitian. Hadits-Hadits tersebut akan dibahas dari sisi validitas sumber, disamping itu penulis juga akan menjelaskan kedudukannya beserta istidlal dari masing-masing kelompok yang memperselisihkan amaliyah yang dibahas dalam kitab ini. Proses penelitian ini adalah penelitian pustaka yang menggunakan metode kualitatif dengan berpijak pada analisa deskriptif. Hadits yang dijadikan obyek penelitian adalah Hadits yang berkaitan dengan Maulidurrosul, Tawassul, Talqin, Ziarah Kubur, dan Qunut Subuh. Setelah dilakukan penelitian terhadap Hadits-Hadits tersebut, yang jumlahnya 28, menghasilkan kesimpulan bahwa 11 diantaranya sumbernya tidak valid. Adapun pembahasan mengenai istidlal, dapat ditarik kesimpulan bahwa perselisihan mengenai amaliyah yang dijadikan sebagai obyek kajian disebabkan oleh perbedaan perspektif dari kedua kelompok mengenai amliayah tersebut, perbedaan dalil yang dijadikan pegangan, dan perbedaan dalam memahami nash. Jadi, dari penelitian ini, dari sisi kritik validitas sumber, akan diketahui Hadits yang sah untuk dijadikan dalil karena ditemukan sumbernya yang asli. Apalagi dijelaskan juga keabsahan dari Hadits tersebut. Adapun dari segi penelitian istidlal dari kelompok yang memperselisihkan amaliyah-amaliyah tersebut, memberi pengertian mengenai sebab perselisihan itu terjadi sehingga memungkinkan adanya saling menghormati antara keduanya supaya persatuan umat tetap terjaga.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Kritik hadis; Istidlal
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.125 Hadits > 297.1252 Dirayah Science of Authenticity of Hadith
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Additional Information: Pembimbing: Dr. Mahrus, M. Ag.; Dr. Zuhad Masduqi, MA.
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 25 Apr 2017 07:00
Last Modified: 25 Apr 2017 07:00
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/6755

Actions (login required)

View Item View Item