Pendapat Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqiy tentang hukuman bagi pelaku zina muhsan

Kholik, Nur (2016) Pendapat Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqiy tentang hukuman bagi pelaku zina muhsan. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
COVER.pdf - Accepted Version

Download (982kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf - Accepted Version

Download (358kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf - Accepted Version

Download (501kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf - Accepted Version

Download (479kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf - Accepted Version

Download (404kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf - Bibliography

Download (135kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography

Download (225kB) | Preview
[img]
Preview
Text
RIWAYAT HIDUP.pdf - Supplemental Material

Download (73kB) | Preview

Abstract

Seks dalam pandangan Islam adalah sesuatu yang suci. Di sisi lain adanya perzinaan maka seks menjadi sesuatu yang kotor, menjijikkan dan menimbulkan berbagai penyakit yang membahayakan kehidupan manusia. Berdasarkan keterangan itu, pantaslah semua agama samawi mengharamkan dan memerangi perzinaan. Fuqaha sepakat bahwa, hukuman bagi pezina muhsan adalah rajam. Namun tidak demikian dengan pendapat Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy. Permasalahan yang hendak dipecahkan adalah, bagaimana pendapat Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqiy tentang hukuman bagi pezina muhsan?. Serta bagaimana istinbath hukum yang dijadikan dasar oleh Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqiy memberikan hukuman terhadap pezina muhsan?. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (Library Research). Untuk menganalisis data yang telah terkumpul, maka penulis akan menggunakan metode deskriptif analitis, dan pendekatan analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan hukum (law approach). Adapun hasil dari penelitian ini yaitu, Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy berpendapat bahwa hukuman terhadap pelaku zina muhsan adalah hukuman dera atau hukuman cambuk 100 (seratus) kali. Tidak ada perbedaan hukuman antara muhsan atau bukan muhsan, hal ini berdasarkan nash yang terdapat dalam surat an-Nur ayat 2. Istinbat hukum Teungku Muhammad Hasbi Ah-Shiddieqy berpendapat bahwa, hadist-hadist yang mengatur hukuman terhadap pelaku zina telah di-nasakh oleh Q.S. an-Nur ayat 2. Ayat tersebut menjadi landasan dasar penetapan hukuman terhadap pelaku zina muhsan.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Hukum pidana Islam; Pelaku zina; Zina muhsan
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.272 Islam and politics, fundamentalism
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Jinayah Siyasah
Additional Information: Pembimbing: Drs. Miftah AF., M. Ag.; Drs. H. M. Solek., MA.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 03 May 2017 08:50
Last Modified: 03 May 2017 08:50
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/6802

Actions (login required)

View Item View Item