Studi Analisis Pemikiran Hamka tentang Tasawuf Modern dan Pendidikan Islam

Subhi, Muhamad Rifa’i (2012) Studi Analisis Pemikiran Hamka tentang Tasawuf Modern dan Pendidikan Islam. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
083111097_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (664kB) | Preview
[img]
Preview
Text
083111097_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (76kB) | Preview
[img]
Preview
Text
083111097_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (98kB) | Preview
[img]
Preview
Text
083111097_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (983kB) | Preview
[img]
Preview
Text
083111097_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (501kB) | Preview
[img]
Preview
Text
083111097_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (10kB) | Preview
[img]
Preview
Text
083111097_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (19kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini membahas bagaimana pemikiran Hamka tentang tasawuf modern dan pendidikan Islam. Kajiannya dilatar belakangi oleh adanya persamaan tujuan antara konsep tasawuf modern Hamka dengan konsep pendidikan Islam, yakni terciptanya manusia yang berkualitas dengan adanya keseimbangan antara kehidupan jasmani dan rohani. Studi ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan: Bagaimana konsep pemikiran Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) tentang tasawuf modern dan pendidikan Islam? Permasalahan tersebut dibahas dengan menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh Hamka dengan pendekatan intellectual biography. Beberapa karya ilmiah tersebut dijadikan sebagai sumber utama dalam menjawab permasalahan pada penelitian ini, dengan didukung karya ilmiah lain yang masih relevan dengan pembahasan ini. Teknik analisis data yang digunakan ialah dengan menggunakan teknik analisi isi dan metode interpretasi data. Kajian ini menunjukkan bahwa Hamka tidak menciptakan sebuah konsep baru mengenai tasawuf. Hamka hanya meminjam istilah tasawuf sebagai media dalam pendidikan umat Islam, karena pada masanya, istilah tasawuf sudah tidak asing lagi oleh umat Muslim. Dalam pemikirannya, Hamka mengartikan tasawuf sesuai dengan arti yang aslinya, yaitu keluar dari budi pekerti yang tercela dan masuk kepada budi pekerti yang terpuji. Maksud dari penambahan kata ”modern” ialah menegakkan kembali maksud semula dari tasawuf, yaitu membersihkan jiwa, mendidik, dan mempertinggi derajat budi, menekankan segala kelobaan dan kerakusan, memerangi syahwat yang terlebih dari keperluan untuk kesentosaan diri. Adapun pemikiran Hamka mengenai pendidikan Islam dapat dilihat dari rumusan tujuan pendidikan Islam yang tidak jauh berbeda dengan konsep tasawuf modern Hamka, yaitu terciptanya dua dimensi utama yang muncul dari diri manusia. Dimensi tersebut ialah dimensi ketundukan vertikal kepada sang Khalik, dan dimensi dialektika horizontal terhadap sesama dan lingkungannya. Oleh karena itu, untuk mewujudkan tujuan pendidikan Islam tersebut dibutuhkan muatan materi dan proses pendidikan Islam yang mampu membantu mengembangkan potensi (fitrah) manusia (peserta didik), sehingga ia dapat mengekspresikan seluruh kemampuan yang dimilikinya. Peran pendidik yang memiliki kepribadian dengan kehidupan kerohanian tinggi sangat diperlukan dalam proses pendidikan Islam ini, yang dimulai dari keluarga (in-formal), sekolah (formal), sampai masyarakat (non-formal), sehingga dapat membantu peserta didik dalam mengembangkan potensinya serta memiliki kekuatan cita-cita yang dinamis dan religius dengan diikuti kekuatan iradah yang tinggi. Pemikiran Hamka tentang tasawuf modern dan pendidikan Islam tersebut dapat difungsikan sebagai paradigma alternatif dalam mengambil kebijakan dalam pendidikan Islam, karena konsepnya masih relevan untuk dipraktekan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Tasawuf Modern; Pendidikan Islam
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.4 Sufism > 297.41 Sufi theology
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.77 Islamic religious education
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 09 Dec 2013 06:20
Last Modified: 09 Dec 2013 06:20
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/686

Actions (login required)

View Item View Item