Zuhud dalam pandangan al-Ghazali dan Ibnu Ata’illah relevansinya dengan kesehatan mental (studi komparatif)

Zakaria, Zakaria (2016) Zuhud dalam pandangan al-Ghazali dan Ibnu Ata’illah relevansinya dengan kesehatan mental (studi komparatif). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
COVER.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf - Accepted Version

Download (620kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf - Accepted Version

Download (603kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf - Accepted Version

Download (913kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf - Accepted Version

Download (498kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf - Accepted Version

Download (83kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography

Download (147kB) | Preview

Abstract

Dalam penelitian ini penulis mengungkapkan yang mendasari mengangkat Permasalahan skripsi karena setiap manusia pasti memiliki rasa untuk memilki segala yang ada di bumi ini. Hal ini berakibat terganggunya jiwa seseorang, akan tetapi bila dia mendekatkan diri kepada Allah adalah sebuah langkah baik karena maka jiwanya akan mendapatkan suatu ketenangan. Kemudian bagaimana konsep Zuhud Al-Ghazali dan Ibnu Ata’illah? Bagaimana persamaan dan perbedaan konsep zuhud dalam perspektif Al-Ghazali dan Ibnu Ata’illah? Bagaimana relevansi zuhud dengan kesehatan mental dalam perspektif Al-Ghazali dan Ibnu Ata’illah?Dalam pengumpulan data melalui riset kepustakaan (library research). Sumber datanya yaitu sejumlah karya Al-Ghazali, di antaranya yang berhubungan dengan tema skripsi ini yaitu: (1) Ihya’ Ulumuddin; (2) Takhiyatun Nafs (3)Minhajul Abidin. (4) Said Hawa, dan Ibnu Atta’illah As-Sakandari: (1) al-hikam; (2)Tajul Arus. Data sekundernya yaitu sejumlah literatur yang relevan dengan judul ini. Metode analisis data menggunakan metode deskriptif analitis dan metode analisis komparatif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa persamaan dan perbedaan konsep Penulis beranggapan bahwa konsep Al-Ghazali dan Ibnu Ata’illah memiliki persamaan menganggap Zuhud seperti dalam pembersihan jiwa, perbedaannya al-Ghazali menganggap zuhud yang ulia itu hanya murni semuanya ditujukan kepada Allah, Dan menurut Ibnu Ata’illah Hal yang dapat membangkitkan maqām zuhud adalah dengan merenung (ta’ammul). Dan Relevansi Zuhud dengan kesehatan mental dalam perspektif Al-Ghazali dan Ibnu Ata’illah adalah bahwa seseorang yang bisa mengendalikan fikirannya secara sehat besrta selaras dengan seimbangnya jiwa dan raga akan mendapatkan ketenangan dalam mengarungi hidup ini dengan melakukan riyadah melalui tiga tahapan yaitu takhalli, tahalli dan tajalli, dan khususnya Zuhud maka secara otomatis akan mengalami ketenangan jiwa yang berdampak kepada kesehatan mental.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Zuhud; Kesehatan mental
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.4 Sufism
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tasawuf dan Psikoterapi
Additional Information: Pembimbing: Dr. H. Abdul Muhaya, MA.; Dra. Hj. Siti Munawaroh Thowaf, MA.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 02 Jun 2017 04:30
Last Modified: 02 Jun 2017 04:30
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/6924

Actions (login required)

View Item View Item