Filosofi wayang santri (struktur dan angan-angan sosial masyarakat Tegal)

Aji, Ade Lutfy Anugerah (2016) Filosofi wayang santri (struktur dan angan-angan sosial masyarakat Tegal). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
COVER.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf - Accepted Version

Download (309kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf - Accepted Version

Download (358kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf - Accepted Version

Download (359kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf - Accepted Version

Download (405kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf - Accepted Version

Download (209kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography

Download (803kB) | Preview
[img]
Preview
Text
LAMPIRAN.pdf - Supplemental Material

Download (713kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kesenian Wayang Santri di Tegal dengan dalang terkenal dan nyleneh Ki Enthus Susmono yang merupakan ekspresi dari angan-angan masyarakat Tegal. Dalam Wayang santri ditemukan berbagai unsur yang mebangunnya, seperti seni, dakwah, pertunjukkan, hiburan, dan pendidikan. Satu hal yang menarik dalam Wayang Santri adalah menggunakan bahasa Tegal sebagai bahasa penyampaian dalam pagelaran Wayang Santri, tidak seperti pagelaran wayang yang lain. Cerita yang dibawakan merupakan perpaduan nilai dari Hindu-Budha, Islam dan kearifan lokal. Wayang Santri juga merupakan perpaduan dari golongan Abangan melalui wayang tersebut dan golongan Santri melalui cerita dan lagu-lagunya yang hampir semuanya bernuansa dakwah Islam. Penelitian ini mempunyai 2 pertanyaan, yaitu pertama, bagaimana bentuk struktur dan angan-angan sosial masyarakat Tegal berdasarkan kesenian Wayang Santri di Tegal. Kedua, bagaimana corak pembumian nilai-nilai Jawa, Islam dan kearifan lokal dalam kesenian Wayang Santri. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa struktur masyarakat Tegal adalah masyarakat yang komplek dan majemuk. Masyarakat Tegal bukanlah masyarakat yang terbagi dalam kelompok-kelompok yang saling berlawanan. Masyarakat Tegal memiliki angan-angan sosial yaitu masyarakat yang apa adanya, terbuka dan legowo dalam perilaku kehidupan sosial mereka. Corak pembumian nilai-nilai Jawa dapat dilihat dalam pagelaran Wayang Santri tersebut, dimana wayang bagi masyarakat Jawa adalah media pewarisan nilai-nilai Jawa. corak pembumian nilai-nilai Islam dapat dilihat dalam cerita dan lagu-lagu yang dibawakan dalam Wayang Santri yang hampir semuanya bernuansakan Islam. Dan corak pembumian nilai-nilai kearifan lokal dapat dilihat dalam penggunaan bahasa Tegal dan gaya guyon dari tokoh-tokoh wayang dalam pagelaran Wayang Santri.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Additional Information: Pembimbing: Dr. Nasihun Amin, M. Ag.; Zainul Adzfar, M. Ag.
Uncontrolled Keywords: Filosofi wayang; Sosiologi masyarakat; Struktur sosial
Subjects: 300 Social sciences > 301 Sociology and anthropology
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Aqidah Filsafat
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 05 Jun 2017 02:49
Last Modified: 05 Jun 2017 02:49
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/6939

Actions (login required)

View Item View Item