Islam kãffah dalam al-Qur’an (penafsiran dan relevansinya dengan masyarakat plural)

Labib, Bahrul (2016) Islam kãffah dalam al-Qur’an (penafsiran dan relevansinya dengan masyarakat plural). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
COVER.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf - Accepted Version

Download (461kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf - Accepted Version

Download (553kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf - Accepted Version

Download (650kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf - Accepted Version

Download (380kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf - Accepted Version

Download (202kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography

Download (162kB) | Preview

Abstract

Konsepsi tentang Islam Kãffah masih menjadi perbincangan yang menarik di kalangan mufassir al-Quran hingga saat ini, terutama dalam hubungannya dengan penerapannya dalam masyarakat majemuk. Sebagian ulama memahami Islam Kãffah sebagai penegasan bahwa umat Islam harus melaksanakan syari’ah secara formal, kaku dan tekstual, sementara ulama yang lain memberikan pemaknaan yang lebih luwes, flexible. Skripsi ini mengkaji tentang Islam Kãffah dalam al-Quran: Penafsiran dan Relevansinya dengan Masyarakat Plural. Fokus penelitian ini adalah pencaritahuan ragam penafsiran dari istilah Islam Kãffah terkait kemunculannya dalam ayat-ayat al-Quran, serta menghubungkan relevansinya dalam konteks masyarakat Indonesia yang plural. Pada penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan, library research, dengan menggunakan bahan-bahan tertulis seperti manuskrip, buku, majalah, surat kabar dan dokumen lain. Adapun metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-analitis dengan memusatkan perhatian kepada fokus kajian atau permasalahan, untuk kemudian diolah dan dianalisis menggunakan pendekatan interpretasi, yaitu suatu bentuk analisa data dengan cara menyelami karya tokoh kajian. Usaha ini dimaksud untuk menangkap arti dan makna yang dimaksud oleh seorang mufassir secara khas sebagaimana tertuang dalam karya tafsirnya. Setelah dilakukan pengkajian yang mendalam, penelitian ini menyimpulkan bahwa pemaknaan dan penafsiran Islam Kãffah di kalangan ulama klasik lebih mengarah kepada pemaknaan dan penafsiran syariat Islam, sedangkan para mufassir kontemporer lebih condong pada makna perdamaian. Namun demikian, silang pendapat tersebut juga mengindikasikan titik temu, bahwa Islam Kãffah merujuk pada pelaksanaan ajaran Islam yang didasari dengan penyerahan diri, ketundukan, dan keikhlasan kepada Allah SWT. Selanjutnya, dengan melihat realitas masyarakat Indonesia yang majemuk, Islam Kãffah lebih tepat ditafsirkan dengan arti perdamaian, dengan mempertimbangkan perspektif religio-politik dan sejarah Indonesia modern yang dilukiskan sebagai sejarah ketegangan abadi antara proyek sekularisasi dan Islamisasi negara dan masyarakat.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Islam kaffah; Masyarakat plural
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Additional Information: Pembimbing: Drs. H. Iing Misbahuddin, MA.; H. Ulin Niam Masruri, Lc., MA.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 07 Jun 2017 04:48
Last Modified: 07 Jun 2017 04:48
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/6968

Actions (login required)

View Item View Item