‘Alaqah dalam al-Qur’an (analisis penafsiran Zaglūl al-Najjār dalam kitab Tafsīr al-Ayāt al-Kauniyyah fī al-Qur’ān al-Karīm)

Romadhon, Farokhi (2016) ‘Alaqah dalam al-Qur’an (analisis penafsiran Zaglūl al-Najjār dalam kitab Tafsīr al-Ayāt al-Kauniyyah fī al-Qur’ān al-Karīm). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
COVER.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf - Accepted Version

Download (487kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf - Accepted Version

Download (549kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf - Accepted Version

Download (619kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf - Accepted Version

Download (536kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf - Accepted Version

Download (149kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography

Download (171kB) | Preview

Abstract

Al-Qur'an adalah satu-satunya kitab suci yang diakui ilmuan embriologi tentang kebenarannya. Keith Moore adalah ilmuan dalam bidang embriologi yang masuk Islam karena meneliti ayat-ayat dalam al-Qur’an yang membahas tentang embriologi. Al-Qur'an telah meprediksi atas kemajuan keilmuan di masa moderen ini, berabad-abad sebelum dilakukan penelitian dengan alat-alat canggih. Salah satu pembahasan yang dibahas oleh al-Qur'an yang berhubungan dengan kajian embriologi adalah tentang proses penciptaan manusia, yang dimulai dari nutfah, 'alaqah, mudhgah, tulang, dibungkus dengan daging dan akhirnya menjadi manusia yang utuh. Dalam kasus 'alaqah yang selama ini dipahami oleh para ulama' sekedar pemaknaan segumpal darah atau darah yang melekat, harus dilakukan perbaikan lebih lanjut dalam upaya peningkatan pemahaman al-Qur'an dengan pendekatan ilmu sains. Maka, penelitian dengan judul ‘Alaqah dalam Al-Qur’an (Analisis Penafsiran Zaglūl Al-Najjār Dalam Kitab Tafsīr Al-Ayāt Al-Kauniyyah Fī Al-Qur’ān Al-Karīm) yang penulis bahas ini fokus pada penelitian tentang bagaimana penafsiran Zaglūl Al-Najjār tentang makna 'alaqah dalam Tafsīr Al-Ayāt Al-Kauniyyah Fī Al-Qur’ān Al-Karīm, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana makna 'alaqah menurut Zaglūl Al-Najjār dalam kitab Tafsīr Al-Ayāt Al-Kauniyyah Fī Al-Qur’ān Al-Karīm dan bagaimana hubungan penafsiran Zaglūl Al-Najjār tentang term 'alaqah dengan teori sains modern. Untuk menjawab masalah di atas peneliti menggunakan jenis penelitian kepustakaan, yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang penulis ambil dari kitab Tafsīr Al-Ayāt Al-Kauniyyah Fī Al-Qur’ān Al-Karīm karya Zaglūl Al-Najjār. Pengumpulan data, peneliti menggunakan metode dokumentasi. Permasalahan tersebut akan diselesaikan dengan menggunakan alur berpikir deduktif serta menggunakan metode analisis deskriptif. Temuan peneliti adalah makna 'alaqah yang ditafsirkan oleh Zaglūl Al-Najjār dalam kitab Tafsīr Al-Ayāt Al-Kauniyyah Fī Al-Qur’ān Al-Karīm secara harfiyah berarti segumpal darah yang beku yang melekat di rahim, atau proses terjadinya 'alaqah dari nuṭfah menjadi darah yang membeku yang dalam bahasa ilmiahnya adalah grastula. Berdasarkan hal tersebut bisa diketahui bahwa metode penafsiran yang digunakan oleh Zaglūl Al-Najjār adalah metode tafsir 'ilmy dengan pendekatan kebahasaan dan pendekatan kajian ilmu embriologi. Adapun hubungan makna ‘alaqah menurut Zaglūl Al-Najjār dalam kitab tafsir Tafsīr Al-Ayāt Al-Kauniyyah Fī Al-Qur’ān Al-Karīm sama dengan teori sains modern dalam penggunaan kata lintah yang merupakan perumpamaan proses pelekatan blastula (sel janin yang memiliki rongga) yang terjadi pada hari ke tujuh masa kehamilan di dinding dalam rahim (uterus) yaitu menjadi grastula, kejadian ini disebut nidasi atau implantasi. Selama proses implantasi beberapa pembuluh yang sangat halus dalam jaringan sel ibu mengalami kerusakan dengan tetesan darah kecil yang keluar dan merupakan makanan untuk embrio yang sedang tumbuh. Pada saat proses implantasi dimana sistem kardiovaskuler (sistem pembuluh jantung) sudah mulai tampak dan hidupnya tergantung dari darah ibunya. Hal ini sama halnya seperti seekor lintah yang merupakan jenis cacing pipih (platyhelminthes) yang bertahan hidup dengan cara menempel dan menghisap darah di tubuh untuk mendapatkan asupan makanan. Arti ‘alaqah sebagai darah yang menggumpal sama halnya dengan teori kedokteran. Dimana jika jaringan pra-embriotik, ‘alaqah ini diambil keluar (digugurkan), memang tampak seperti segumpal darah (a blood clot like). Hubungan ini dinamakan hubungan integrasi yang menciptakan sebuah pemahaman yang bersahabat dengan mencari titik temu antara al-Qur’an dan sains. Teks-teks al-Qur’an untuk melengkapi dan membuktikan temuan sains atau sebaliknya. Dengan demikian temuan-temuan ilmu kedokteran dengan makna implantasi tersebut dapat memperkaya pemahaman terhadap al-Qur’an tentang makna ‘alaqah dan begitu pula sebaliknya.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Tafsir Al-Qur'an; Islam dan sains; Embrio; Janin
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Additional Information: Pembimbing: Drs. H. Iing Msbahuddin, MA.; Mundhir, M. Ag.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 09 Jun 2017 08:11
Last Modified: 09 Jun 2017 08:11
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/6974

Actions (login required)

View Item View Item