Analisis penafsiran ayat-ayat tentang makanan dalam Al-Qur’an (studi tematik)

Maghfiroh, Badriyyatul (2016) Analisis penafsiran ayat-ayat tentang makanan dalam Al-Qur’an (studi tematik). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
COVER.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf - Accepted Version

Download (553kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf - Accepted Version

Download (424kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf - Accepted Version

Download (702kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf - Accepted Version

Download (207kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography

Download (229kB) | Preview

Abstract

Makanan merupakan kebutuhan pokok bagi manusia dalam melangsungkan kehidupannya, karena makanan sebagai protein dalam tubuh manusia. Al-Qur’an pun telah menjelaskan banyak term tentang makanan, diantaranya adalah ţa’ām, syarāb, ghidāun, dan māidah. Diantara term-term tersebut mempunyai banyak makna. Oleh karena itu, Peneliti tergugah untuk meneliti tema makanan yang ada didalam al-Qur’an. Adapun rumusan masalah yang Peneliti ambil adalah apa saja term-term makanan dalam al-Qur’an? Bagaimana makanan dalam al-Qur’an menurut para muffasir? Dan apa pesan serta hikmah makanan dalam al-Qur’an bagi kehidupan manusia? Jenis penelitian ini adalah kualitatif, yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis. Penelitian ini bersifat kajian pustaka (library research), yaitu kegiatan mengkaji dokumen atau sumber tertulis tanpa melakukan riset lapangan. Metode analisis yang digunakan yaitu deskriptif-analitis. Sedangkan pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan tematik yang digagas oleh Abd al-Hayy al-Farmawi. Dari penelitian ini, ditemukan 4 term makanan dalam al-Qur’an. Yaitu term ţa’ām, term syarāb, term māidah dan term ghidā’un. Dari beberapa term tersebut, diketahui bahwa ayat-ayat yang ada didalamnya berbicara tentang pertama, makanan sebagai perintah Allah kepada manusia untuk selalu memperhatikan dan mempertimbangkan makanan yang hendak dikonsumsinya dengan rincian harus memenuhi dua unsur penting yakni makanan tersebut halal dan thayyib (baik). Kedua, binatang sembelihan sebagai makanan, artinya umat Islam halal memakan makanan hasil sembelihan Ahlu Kitab, serta dihalalkan juga memakan bangkai hasil buruan laut. Ketiga, dari berbagai banyaknya makanan yang disediakan Allah untuk makluknya, al-Qur’an telah menyebutkan ada dua jenis yaitu makanan sebagai unsur hewani dan unsur nabati. Keempat, makanan dijadikan sebagai menu hidangan. Artinya semua ragam makanan baik itu dari berbagai macam roti, buah-buahan, ikan dan lainnya di sajikan disebuah nampan besar yang kemudian dijadikan hidangan guna untuk kebutuhan akan hari raya tersebut. Selanjutnya pesan dan hikmah yang dapat diambil, dengan berbagai ragam makanan yang disebutkan dalam al-Qur’an bagi kehidupan yaitu untuk memelihara kesehatan jasmani pada tubuh dan untuk menjaga kesehatan rohani agar tetap seimbang dalam beribadah. Dengan mengetahui pesan-pesan tersebut, hikmah yang dapat dipetik adalah dengan mempercayai kekuasaan Allah, karena manusia harus selalu beriman Allah dan tetap selalu bersyukur dengan segala sesuatu yang telah Allah ciptakan untuk manusia.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Tafsir al-Qur'an; Makanan
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Additional Information: Pembimbing: Iing Misbahuddin, M. Ag.; Mundhir, M. Ag.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 14 Jun 2017 02:33
Last Modified: 14 Jun 2017 02:33
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/6994

Actions (login required)

View Item View Item