Problematika kecerdasan emosional santri dalam menghafal al-Qur’an dan solusinya di pondok pesantren Madrosatul Qur’anil Aziziyah Kelurahan Bringin Kecamatan Ngaliyan Semarang

Naini, Nurul (2017) Problematika kecerdasan emosional santri dalam menghafal al-Qur’an dan solusinya di pondok pesantren Madrosatul Qur’anil Aziziyah Kelurahan Bringin Kecamatan Ngaliyan Semarang. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
COVER.pdf - Accepted Version

Download (869kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf - Accepted Version

Download (424kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf - Accepted Version

Download (574kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf - Accepted Version

Download (260kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf - Accepted Version

Download (353kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf - Accepted Version

Download (123kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography

Download (220kB) | Preview

Abstract

Pokok permasalahan dalam penelitian skripsi adalah (1) Bagaimana problematika kecerdasan emosional dalam menghafal Al-Qur’an Santri di Pondok Pesantren Madrosatul Qur’anil Aziziyah Bringin Ngaliyan Semarang. (2) Bagaimana solusi problematika kecerdasan emosional dalam menghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Madrosatul Qur’anil Aziziyah Bringin Ngaliyan Semarang. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mendiskripsikan dan menganalisis problematika kecerdasan emosional dalam menghafal Al-Qur’an Santri di Pondok Pesantren Madrosatul Qur’anil Aziziyah Bringin Ngaliyan Semarang. (2) penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis solusi problematika kecerdasan emosional dalam menghafal Al-Qur’an Santri di Pondok Pesantren Madrosatul Qur’anil Aziziyah Bringin Ngaliyan Semarang. Dalam merumuskan hasil penelitian skripsi ini perlu adanya upaya perolehan dan pengolahan data-data. Sumber data yang diperoleh peneliti dikelompokkan menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini adalah informasi langsung dari subyek penelitian yaitu pengasuh, pengurus dan santri Pondok Pesantren Madrosatul Qur’anil Aziziyah Bringin Ngaliyan Semarang. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari kepustakaan, buku, jurnal, skripsi atau catatan yang berhubungan dengan menghafal Al-Qur’an. Untuk memperoleh data, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah semua data terkumpul kemudian peneliti analisis secara kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi yaitu suatu usaha untuk memahami individu, kehidupan atau pengalaman seseorang melalui persepsi. Hasil penelitian ini adalah : (1) terdapat hambatan-hambatan kecerdasan emosional dalam menghafal Al-Qur’an Santri di Pondok Pesantren Madrosatul Qur’anil Aziziyah Bringin Ngaliyan Semarang yang pertama kurangnya kesadaran diri Santri terhadap peraturan pondok sering terabaikan dan kesadaran diri menggunakan waktu hingga berlarut-larut dan membuat jadwalnya menghafal Al-Qur’an menjadi terbengkalai. Kedua, menurunnya motivasi semangat menghafal dikarenakan adanya persoalan yang dipendam dan tidak terselesaikan terkait hubungan dengan orang tua, teman atau pacar, dan bertemu dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang mirip dan susah dihafal menjadikan santri tidak sabar dan putus asa. Ketiga, pengendalian diri untuk mengenal lawan jenis dianggap sangat mengganggu dalam proses menghafal Al-Qur’an. Santri tidak memungkiri terbesit keinginan untuk seperti remaja lainnya yang bebas bergosip, membicarakan lawan jenis, menjalin hubungan dengan lawan jenis dan berbusana sesuai dengan trend dan mode. Keempat hubungan dengan teman atau sosial kurang baik, santri tidak memilih teman yang tidak memiliki kesenengan yang sama dan ketertarikan yang sama, hanya memilih untuk sekedar kenal tanpa menjalin hubungan yang serius. (2) Solusi problematika kecerdasan emosional dalam menghafal Al-Qur’an antara lain pertama santri mengatasi hambatan pada tahap Intrapersonal yaitu bagaimana santri mengatur proses-proses yang terjadi di dalam dirinya sendiri. termasuk santri memelihara tujuan, menjaga motivasi, dan menjaga perasaan (afeksi). Kedua, santri harus melakukan regulasi diri yaitu hubungan dengan orang lain. termasuk santri mengatasi hambatan dalam berhubungan dengan sesama santri, keluarga, dan guru. Ketiga, santri meregulasi hubungan dengan spiritual contohnya melakukan puasa sunnah dan beberapa amalan shalat sunnah seperti shalat hajat dan tahajud, melakukan mujahadah memberi bingkisan doa kepada ahli kitab atau penghafal yang telah meninggal dunia dan membaca doa yang dikhususkan bagi penghafal Al-Qur’an untuk memperkuat ingatan.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Additional Information: Pembimbing: Dra. Mariyatul Qibtiyah, M. Pd.; Hasyim Hasanah, MSI.
Uncontrolled Keywords: Kecerdasan emosional; Menghafal al-Qur'an; Santri; Pondok pesantren
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 150 Psychology > 153 Mental processes and intelligence
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Bimbingan dan Penyuluhan Islam
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 28 Jul 2017 07:15
Last Modified: 28 Jul 2017 07:15
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7071

Actions (login required)

View Item View Item