Implementasi fungsi perencanaan dakwah di Ma’had Walisongo Semarang dalam membentuk kader muballigh yang berwawasan kebangsaan

Sholikhah, Nafis (2017) Implementasi fungsi perencanaan dakwah di Ma’had Walisongo Semarang dalam membentuk kader muballigh yang berwawasan kebangsaan. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
COVER.pdf - Accepted Version

Download (519kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf - Accepted Version

Download (302kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf - Accepted Version

Download (450kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf - Accepted Version

Download (343kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf - Accepted Version

Download (247kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf - Accepted Version

Download (156kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography

Download (132kB) | Preview
[img]
Preview
Text
LAMPIRAN.pdf - Supplemental Material

Download (335kB) | Preview

Abstract

Penelitian yang berjudul “Implementasi Fungsi Perencanaan Dakwah di Ma’had Walisongo Semarang dalam Membentuk Kader Muballigh yang Berwawasan Kebangsaan”. Penelitian ini merupakan salah satu upaya penulis untuk mencoba mengetahui bagaimana implementasi fungsi perencanaan dakwah di Ma’had Walisongo Semarang, dengan fokus penelitian pada fungsi perencanaan dakwah yang diterapkan dalam kegiatan khitobah dalam membentuk kader mubaligh yang berwawasan kebangsaan di Ma’had Walisongo Semarang. Dalam hal ini peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang menghasilkan data berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati. Sumber data penelitian yang digunakan adalah sumber data primer berupa informasi-informasi dari lapangan melalui pengamatan secara langsung di Ma’had Walisongo Semarang tentang kegiatan yang dilaksanakan, kemudian sumber data sekunder berupa buku-buku, data-data dokumentasi Ma’had Walisongo Semarang. Untuk teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode wawancara dan dokumentasi. Analisis datanya dengan menggunakan deskriptif analisis dengan mengklarifikasi sesuai dengan permasalahan yang diteliti kemudian di susun dan dianalisa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kriteria muballigh yang berwawasan kebangsaan menurut Ma’had Walisongo Semarang adalah 1) memiliki materi yang memadai tentang kebangsaan, keIndonesiaan, 2) merasa menjadi bagian dari warga Negara Indonesia dan nilai-nilai luhur Islam, 3) memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi, 4) melestarikan kearifan lokal, 5) menguasai materi-materi tentang kebangsaan, keIndonesiaan, dan nilai-nilai luhur Islam yang akan disampaikan. Sedangkan Implementasi Fungsi Perencanaan Dakwah di Ma’had Walisongo Semarang dalam Membentuk Kader Muballigh yang Berwawasan Kebangsaan telah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan perencanaan-perencanaan yang dibuat oleh pengasuh dan pengurus dapat terlaksana dengan baik, salah satunya perencanaan dalam kegiatan khitobah. Pertama, pengurus terlebih dahulu menyeleksi judul apa yang akan dibawakan santri ketika khitobah terutama tentang kebangsaan, keIndonesiaan, dan nilai-nilai luhur Islam. Kedua, santri menyusun materi khitobah berdasarkan judul yang telah disetujui pengurus. Ketiga, santri berlatih khitobah di depan pengurus sesuai dengan materi yang telah disetujui pengurus. Keempat, santri menyampaikan khitobah di depan kelompok masing-masing dan salah satu santri dalam sebuah kelompok ditunjuk untuk menyampaikan kesimpulan khitobah. Kelima, pengurus memberikan ulasan singkat dari penampilan santri dalam berkhitobah beserta isi khitobah. Faktor pendukung dari kegiatan tersebut adalah 1) adanya kurikulum yang diberikan di Ma’had Walisongo Semarang yang mengarah pada keberhasilan pembentukan kader muballigh, 2) Adanya motivasi yang diberikan oleh pengasuh Ma’had Walisongo Semarang dengan tujuan agar para santri dapat menyampaikan ajaran Islam pada masyarakat. Adapun faktor penghambatnya adalah 1) Terdapat santri yang karena kesulitan dalam menerjemahkan menggunakan alat penerjemahan pintas sehingga teks terjemahan terkesan berantakan terutama secara grammar dan qawa’id, 2) Santri yang tidak terbiasa tampil di depan publik akan menghadapi kesulitan ketika penampilan pidato sebagai contoh demam panggung.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Manajemen dakwah; Pondok pesantren; Muballigh; Santri
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.74 Dakwah
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Manajemen Dakwah
Additional Information: Pembimbing: Dr. H. Muhammad Sulthon, M. Ag.; Agus Riyadi, S. Sos. I., MSI.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 01 Aug 2017 06:26
Last Modified: 01 Aug 2017 06:26
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7097

Actions (login required)

View Item View Item