Faham Keagamaan Komunitas “Islam Bugis” di Lereng Gunung Merapi Magelang, Jawa Tengah

Mahsun, Mahsun (2015) Faham Keagamaan Komunitas “Islam Bugis” di Lereng Gunung Merapi Magelang, Jawa Tengah. Research report (Laporan penelitian). Walisongo Press, Semarang.

[img]
Preview
Text
Cover_Mahsun.pdf - Cover Image
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Preliminary_Mahsun.pdf - Supplemental Material
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (602kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Research_Mahsun.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (980kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Lamp_Mahsun.pdf - Supplemental Material

Download (988kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya faham keagamaan yang unik bernama “Islam Bugis” di Kecamatan Dukun, kabupaten Magelang, sebuah kawasan di Lereng Gunung Merapi. Keunikan faham tersebut terletak pada doktrin dan misi keagamaannya. Salah satu doktrinnya adalah bahwa kesalehan sosial lebih penting dari pada kesalehan pribadi. Padahal sesungguhnya sebaliknya karena kesalehan pribadi menjadi landasan pacu bagi kesalehan sosial. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini difokuskan pada dua pertanyaan yaitu Pertama, bagaimana asal-usul faham keagamaan komunitas “Islam Bugis”?. Kedua, faktor apakah yang mempengaruhi munculnya faham keagamaan tersebut? Temuannya adalah; Pertama, Faham komunitas “Islam Bugis” berdiri sekitar tahun 2000 oleh dua tokoh utama H. Ngafifuddin dan Zazid. Secara Genealogis, faham itu muncul setelah dua tokoh ini belajar dari Imron seorang alumni Pesantren Al-Iman Muntilan, Kabupaten Magelang. Dilihat dari asal-usulnya faham ini dapat dikategorikan sayap dari Muhammadiyah Puritan di satu sisi dan juga Muhammadiyah Abangan di sisi yang lain. Kedua, faktor yang mempengaruhi timbulnya faham ini terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal berupa pemahaman keagamaan bahwa Islam itu satu yaitu yang diterangkan dalam Al-Qur’an dan assunnah, sehingga tidak perlu mencari dari sumber selain itu. Faktor internal berikutnya adalah adanya motivasi untuk melakukan univikasi Islam agar tidak terkotak-kotak menjadi beberapa kelompok. Adapun faktor eksternal yang mempengaruhi munculnya faham ini adalah terdiri dari faktor sosial, budaya, dan ekonomi.

[error in script]
Item Type: Monograph (Research report (Laporan penelitian))
Uncontrolled Keywords: Kesalehan; Purifikasi; Unifikasi; Faham keagamaan
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 202 Doctrines of religions
Divisions: Laporan Penelitian (Research Reports)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 09 Aug 2017 06:42
Last Modified: 09 Aug 2017 06:42
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7139

Actions (login required)

View Item View Item