Analisis terhadap penundaan pernikahan karena tidak terpenuhinya tuntutan mahar : studi kasus di Desa Ngetuk Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara

Khairun, Nufi (2017) Analisis terhadap penundaan pernikahan karena tidak terpenuhinya tuntutan mahar : studi kasus di Desa Ngetuk Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
102111050.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Fenomena yang terjadi di Desa Ngetuk Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara banyak pernikahan yang batal berlangsung karena pihak keluarga perempuan meminta mahar yang besar sebagai syarat dapat menikahi anaknya dan syarat itu tidak bisa dipenuhi oleh lelaki yang menikahi, ada beberapa pihak keluarga perempuan yang meminta mahar sepeda motor, mahar emas sampai 50 gram, mahar uang sampai jutaan, sebagaimana yang diungkapkan oleh Abdusshomad yang tidak bisa menikahi kekasihnya karena keluarganya meminta mahar sepeda motor dan beberapa gram emas, mahar tersebut terlalu besar bagi Abdusshomad yang tidak tergolong orang kaya. Begitu juga yang dialami Nuryanto yang tidak bisa memenuhi mahar dari keluarga kekasihnya berupa uang puluhan juta dan emas, sehingga pernikahannya tertunda, padahal antara Abdussomad maupun Nuryanto dan kekasihnya sudah pacaran lama. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah praktik penundaan pernikahan karena tidak memenuhi tuntutan mahar di Desa Ngetuk Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara? Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). dengan pendekatan fenomenologi, dengan sumber data dari kepala desa dan masyarakat. Data di peroleh dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis data dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penyimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan: praktik penundaan pernikahan karena tidak terpenuhinya tuntutan mahar di Desa Ngetuk Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara dimulai dengan notok lawang dimana pihak laki-laki melamar gadis pujaanya disana telah terjadi diskusi dan tawar menawar mahar yang nantinya harus diberikan oleh pihak laki-laki kepada pihak perempuan sebagai syarat dilangsungkannya pernikahan, jika tidak mampu memenuhi persyaratan mahar tersebut maka pernikahan akan ditunda sampai pihak laki-laki mampu memenuhi mahar tersebut dengan kesepakatan pihak perempuan akan menunggu, namun ketika pihak laki-laki tidak mampu memenuhi syarat mahar tersebut maka pernikahan dibatalkan, atau pihak perempuan tidak mau menunggu mahar tersebut maka pihak perempuan memiliki hak untuk menerima pinangan laki-laki lain yang mampu memenuhi syarat mahar yang ditentukan.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorLathifah, AnthinUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Pernikahan; Mahar
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 26 Apr 2018 07:14
Last Modified: 26 Apr 2018 07:14
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7669

Actions (login required)

View Item View Item