Analisis fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah tentang hukum mencari penghasilan dari game online

Saputra, Ajib Ria (2017) Analisis fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah tentang hukum mencari penghasilan dari game online. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
102311009.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Manusia harus melakukan suatu pekerjaan dalam rangka memenuhi kebutuhan materi. Pemenuhan kebutuhan materi tersebut dilakukan dengan berbagai macam pekerjaan, ada yang melakukan jual beli, sewa menyewa, penyedia layanan jasa, sampai pada mencari penghasilan dari bermain game secara online. Game online sudah menjadi lahan bisnis yang menghasilkan banyak uang bagi masyarakat. Majelis Tarjih Muhammadiyah memberikan fatwa sebagai tanggapan atas fenomena tersebut. Setelah Majelis Tarjih Muhammadiyah melakukan penelitian ke berbagai jenis game yang menyediakan keuntungan penghasilan, menyimpulkan bahwa game-game tersebut termasuk jenis permainan yang haram untuk dilakukan. Oleh karena itu muncullah fatwa tentang hukum game online. Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah tentang hukum mencari penghasilan dari game online? 2) Bagaimana istinbath hukum fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah tentang hukum mencari pengahasilan dari game online? Penulisan skripsi ini menggunakan jenis penelitian library research (penelitian pustaka) di mana data-data yang dipakai adalah data kepustakaan. Bahan hukum primer dalam penelitian ini adalah fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah tentang hukum bermain game online. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah tentang keharaman mencari penghasilan dari game online didasarkan pada dua hal, yaitu penghasilan dari game online tersebut menyalahi sunnatullah dalam mencari rezeki dan pemenuhan unsur rukun dan syarat dalam sebuah transaksi. Penulis setuju dengan alasan larangan yang terdapat dalam fatwa tersebut, berdasarkan dampak negatif yang ditimbulkan game dan unsur perjudian yang terdapat dalam game. Dampak tersebut akan muncul apabila kegiatan game dilakukan secara terus menerus. Pada dasarnya tidak hanya game saja yang apabila dilakukan terlalu sering akan menimbulkan dampak negatif, seperti makan dan minum yang dilakukan dengan berlebihan juga dilarang Allah SWT. Oleh karena itu, Penghasilan yang diperoleh dari game online bisa saja diperbolehkan dengan catatan game tersebut tidak mengandung unsur judi dan content dari game tesebut bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam (seperti seksualitas). Istinbath hukum fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah tentang keharaman mencari pengahasilan dari game online adalah berdasarkan QS. al Maidah ayat 90. Istinbath tersebut dikalangan Majelis tarjih Muhammadiyah dikenal dengan ijtihad qiyasi, yaitu mendapatkan hukum suatu masalah yang tidak ada nashnya secara langsung baik dalam al Qur’an maupun hadits. Dalam hal ini, tidak ada nash yang secara langsung menjelaskan tentang game online, akan tetapi unsur perjuadian yang terdapat dalam game online yang menjadi titik poin (‘illat) untuk menentukan hukumnya.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorNoor, AfifUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Fatwa; Muhammadiyah; Game Online; Penghasilan
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.14 Religious Ceremonial Laws and Decisions
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 26 Apr 2018 07:15
Last Modified: 26 Apr 2018 07:15
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7670

Actions (login required)

View Item View Item