Analisis pendapat Yusuf Qardhawi tentang anak buangan sebagai mustahik zakat dari kelompok ibnu sabil dalam kitab Fiqh al-Zakat

Surohman, Surohman (2017) Analisis pendapat Yusuf Qardhawi tentang anak buangan sebagai mustahik zakat dari kelompok ibnu sabil dalam kitab Fiqh al-Zakat. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
102311074.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini didasari adanya pendapat Yusuf Qardhawi yang memasukkan para anak buangan sebagai penerima zakat dari kelompok ibnu sabil di masa sekarang. Menerut beliau, anak buangan masuk kedalam ibnu sabil karena para anak buangan merupakan anak dari jalanan, karena ayah dan ibu mereka adalah jalan. Uniknya, para anak buangan tersebut dapat diberikan zakat akibat sifat ibnu sabil dan sifat faqir. Dari pemberian akibat sifat ibnu sabil, anak buangan dapat diberikan sesuatu yang dapat mengeluarkan mereka dari jalanan, semisal memberikan tempat tinggal yang layak. Sedangkan dari akibat sifat faqir, maka mereka dapat diberikan sesuatu yang dapat memenuhi atau mencukupi penghidupannya tanpa berlebihan atau kekurangan. Padahal dalam konteks pendapat ulama, pemberian kepada ibnu sabil hanya sebatas pada kebutuhan yang diperlukan oleh ibnu sabil dalam perjalanan. Oleh sebab itu, perlu kiranya diadakan penelitian terkait dengan pendapat Yusuf Qardhawi tentang anak buangan sebagai penerima zakat dari kelompok ibnu sabil. Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah mengapa Yusuf Qardhawi menjadikan anak buangan sebagai penerima zakat dari kelompok ibnu sabil dan bagaimana istinbath hukum yang digunakan beliau dalam pendapat nya tersebut. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kepustakan karena sumber data dalam penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah perbandingan hukum, maksudnya dalam menganalisa data dibandingkan dua data teori hukum yang berkaitan dengan obyek penelitian Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah pendapat Yusuf Qardhawi mengenai masuknya anak buangan sebagai penerima akat dari kelompok ibnu sabil kurang sesuai dan kurang dapat diterima. Penyebabnya di antaranya adalah sebagai berikut: a) Esensi dan sifat anak buangan tidak memenuhi kriteria ibnu sabil. b) Pemberian zakat yang disarankan Yusuf Qardhawi lebih cenderung pada penghilangan kefakiran daripada menghilangkan kebutuhan bekal. Meski demikian, pendapat Yusuf Qardhawi akan dapat dijadikan sebagai pengembangan fiqh terutama terkait dengan anak buangan sebagai penerima zakat. dari pendapat tersebut dapat disebut pengembangan klasifikasi anak buangan sebagai penerima zakat sebagai berikut: a) Bagi anak buangan yang terlantar dijalanan dan masih memiliki sanak saudara, maka mereka dapat disebut sebagai ibnu sabil dan berhak menerima zakat berupa biaya kepulangan ke daerah asalnya. b) Bagi anak buangan yang terlantar dijalanan dan tidak memiliki sanak saudara lagi, maka mereka dapat dimasukan ke dalam penerima zakat dari kelompok fakir dan miskin. Oleh sebab itu dapat diberikan zakat berupa pemberian rumah tinggal dan atau kebutuhan mata pencaharian untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Istinbath hukum yang dilakukan oleh Yusuf Qardhawi hanya mendasarkan pada kesamaan keadaan yang dialami oleh anak buangan dengan makna harfiah ibnu sabil. sedangkan esensi sifat yang terkandung dalam ibnu sabil dan anak buangan tidak dijadikan sebagai acuan dalam membandingkan penentuan status anak buangan yang berdampak pada masuknya anak buangan ke dalam kelompok ibnu sabil sebagai penerima zakat.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorArifin, Moh.UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Hukum Islam; Anak buangan; Mustahik zakat; Ibnu sabil
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.54 Zakat (Wakaf, Hibah, Infak, Sedekah, dll.)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 27 Apr 2018 01:42
Last Modified: 27 Apr 2018 01:42
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7678

Actions (login required)

View Item View Item